Rifda Ammarina Fokus Bangun Kolaborasi UMKM dan Industri Lewat Agrinex 2026

Related Articles

JAKARTA – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, meningkatnya tensi geopolitik, hingga berbagai tantangan yang dihadapi dunia usaha, Wakil Ketua Umum Bidang Pemasaran, Promosi, Inovasi, dan Pengembangan Produk UMKM Kadin Indonesia sekaligus Ketua Penyelenggara Indonesia International Agribusiness Expo (Agrinex) 2026, Rifda Ammarina, memilih untuk tetap fokus menciptakan ruang kolaborasi dan membuka akses pasar bagi pelaku usaha.

Menurut Rifda, semangat tersebut menjadi prinsip yang terus ia pegang dalam berbagai aktivitasnya, mulai dari pengembangan UMKM, pendidikan, hingga penyelenggaraan pameran berskala nasional.

Ia mengungkapkan, belum lama ini mendapat apresiasi dari seorang kerabat yang mengaku salut atas konsistensinya memperjuangkan akses pasar bagi UMKM. Namun bagi Rifda, apa yang dilakukannya bukanlah perjuangan pribadi.

“Jawaban saya sederhana, apa yang saya perjuangkan sama dengan yang teman-teman perjuangkan,” kata Rifda kepada  Event Nusantara, Selasa (16/6/2026).

Baginya, pembangunan ekonomi tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk memastikan pelaku usaha, khususnya UMKM, mendapatkan kesempatan berkembang dan terhubung dengan pasar yang lebih luas.

Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas organisasi, tetapi juga melalui berbagai program pemberdayaan yang sedang dijalankannya. Di Kampung Agrinex, misalnya, Rifda tengah mengembangkan mini waterpark yang kini memasuki tahap penyelesaian pelataran.

Sementara di Pesantren Al Ikhlas Agro, pembangunan ruang kelas dan pondokan untuk jenjang Aliyah terus berjalan setelah sebelumnya berhasil mengembangkan pendidikan tingkat Tsanawiyah.

Baca Juga:   Agrinex Expo 2025 Usung Konsep Baru: Edukasi Pangan dalam Format Interaktif

“Alhamdulillah kebun dan pesantren sudah berjalan. Sekarang saya kembali fokus menyelenggarakan expo untuk memberikan akses kepada yang besar bersama yang menengah dan kecil agar bisa saling berinteraksi dalam bisnis,” ujarnya.

Menurut Rifda, pameran bukan sekadar tempat transaksi dagang, melainkan sarana membangun optimisme dunia usaha. Melalui expo, pelaku usaha besar, menengah, dan kecil dapat bertemu, menjalin kemitraan, sekaligus menunjukkan kepada berbagai pemangku kepentingan bahwa sektor usaha Indonesia tetap memiliki daya tahan dan peluang untuk tumbuh.

Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap program pemerintah harus diwujudkan melalui langkah konkret. “Kalau kita bilang mendukung pemerintah, maka tunjukkan dukungannya dengan mensupport program-program pemerintah,” katanya.

Rifda mencontohkan pengalamannya saat menyelenggarakan Indonesia Halal Business Forum (IHBF) Expo. Dalam kegiatan tersebut, ia menggagas Modest Wear Design Competition (MWDC) sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dan Kadin dalam mencetak pelaku usaha baru serta membuka lapangan pekerjaan.

Program tersebut diharapkan dapat melahirkan pengusaha-pengusaha baru di sektor fesyen muslim dari berbagai daerah di Indonesia.

Semangat yang sama kini dibawanya dalam penyelenggaraan Agrinex Expo 2026 yang akan berlangsung pada 23-25 Oktober 2026 di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Baca Juga:   ASEAN Weekend Market Perkuat Peran Ekonomi UMKM

Mengusung tema “Feed The World”, Agrinex 2026 dirancang sebagai wadah bagi seluruh pemangku kepentingan sektor agribisnis untuk membahas masa depan pangan Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok pangan dunia.

Menurut Rifda, tema tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Pandemi Covid-19 dan meningkatnya ketegangan geopolitik global menjadi dua pelajaran penting yang menyadarkan dunia akan pentingnya ketersediaan dan akses terhadap pangan.

“Dua pelajaran besar yang baru saja kita lewati, yaitu pandemi Covid dan ancaman perang yang semakin luas, menyadarkan semua stakeholder betapa pentingnya ketersediaan dan akses pangan bagi dunia,” ujarnya.

Ia meyakini Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran yang lebih signifikan dalam pasar pangan global. Selain beras, Indonesia memiliki kekuatan pada berbagai komoditas seperti hortikultura, perikanan, peternakan, rempah-rempah, dan produk pangan olahan yang terus berkembang.

Karena itu, Agrinex tidak hanya diposisikan sebagai pameran dagang, tetapi juga sebagai ruang bagi pelaku agribisnis Indonesia untuk menyampaikan gagasan dan menunjukkan potensi sektor pangan nasional.

“Yuk kita jadikan Agrinex Expo 2026 sebagai media sekaligus suara pelaku usaha sektor agribisnis di Indonesia,” ajaknya.

Rifda juga menjelaskan alasan Agrinex tetap hadir sebagai pameran tematik yang berdiri sendiri. Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak pameran yang fokus pada sektor-sektor strategis agar perhatian publik dan pelaku usaha dapat terpusat pada isu yang dibahas.

Baca Juga:   PPI Kota Bogor Gelar Gebyar Peduli Puspa dan Satwa

“Ada yang bertanya mengapa tidak masuk ke Trade Expo Indonesia. Saya jawab, Indonesia membutuhkan tematik expo untuk eksistensi dan atensi penuh terhadap tema yang diusung,” katanya.

Lebih jauh, Rifda mengingatkan bahwa pelaku usaha nasional tidak boleh terjebak dalam pesimisme. Menurutnya, di saat banyak pihak memilih menunggu, justru terdapat peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh investor dan pelaku usaha yang berani bergerak.

“Dengan kita terus berkarya, yang ingin membuat huru-hara akan kehilangan pamor. Kalau kita tiarap, hanya akan menebarkan pesimisme,” ujarnya.

Ia menilai tantangan ekonomi harus dijawab dengan inovasi, produktivitas, dan penciptaan peluang baru. Dengan demikian, pelaku usaha nasional dapat tetap menjadi pemain utama di negeri sendiri sekaligus menjaga kekuatan ekonomi bangsa.

“Permainan yang merugikan bangsa harus dilawan dengan menciptakan permainan baru yang memberi dampak bagi anak bangsa, agar harta dan harga diri bangsa tetap terjaga,” tutur Rifda.

Melalui Agrinex Expo 2026, Rifda berharap lahir lebih banyak kolaborasi, investasi, dan peluang usaha baru yang mampu memperkuat sektor agribisnis nasional. Bagi dirinya, optimisme bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. (cha)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img