Lewat Talkshow ARCH:ID 2026, MJ Solution Ungkap Strategi Bangun Engagement Brand lewat Desain Booth

Related Articles

JAKARTA – Di tengah ratusan instalasi yang memenuhi area pameran ARCH:ID 2026 di ICE BSD City, Tangerang beberapa waktu lalu, muncul satu pertanyaan yang menjadi benang merah dalam sesi talkshow bersama para pelaku industri. Apakah sebuah booth pameran masih cukup berfungsi sebagai etalase produk atau sudah saatnya menjadi ruang pengalaman yang mampu membangun keterlibatan pengunjung dengan sebuah merek?

Pertanyaan tersebut menjadi fokus diskusi dalam talkshow yang menghadirkan M Ichsan Maulana Junaid, Direktur MJ Solution Indonesia, Fransiska Darmawan, Commercial Director In-Lite, serta Christi P Wihardjono, Business Development Manager Tatalogam Group. Ketiganya membahas bagaimana desain, teknologi, dan kolaborasi lintas industri kini menjadi elemen penting dalam menciptakan instalasi pameran yang relevan dengan perkembangan kebutuhan pasar.

ARCH:ID 2026 merupakan penyelenggaraan keenam forum dan pameran arsitektur terbesar di Indonesia yang digagas Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Mengusung tema “Synthesis Scheme: Architecture of Engagement”, pameran yang berlangsung pada 23-26 April 2026 tersebut menyoroti pentingnya keterhubungan antara ruang, manusia, teknologi, dan pengalaman.

Kepada Event Nusantara, Ichsan menerangkan beberapa poin penting yang disampaikannya dalam sesi Talkshow event ARCH:ID 2026. Ia menilai tren pameran saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Pengunjung tidak lagi datang hanya untuk melihat produk yang dipajang, melainkan mencari pengalaman yang lebih personal dan interaktif.

“Booth hari ini harus mampu menjadi representasi identitas brand sekaligus ruang yang mengundang orang untuk datang, berinteraksi, dan bertahan lebih lama,” ujarnya, baru-baru ini.

Baca Juga:   Pameran Dagang Internasional Siap Digelar
Direktur MJ Solution Indonesia, M Ichsan Maulana Junaid, menjadi pembicara dalam talkshow ARCH:ID 2026 di ICE BSD City, Tangerang, membahas peran desain booth dan teknologi interaktif dalam membangun engagement antara brand dan pengunjung. (Foto: Istimewa)

 

Berangkat dari pemikiran tersebut, MJ Solution Indonesia menghadirkan konsep booth yang menggabungkan dua fungsi utama sekaligus, yakni ruang meeting dan coffeeshop. Menurut Ichsan, perpaduan keduanya sengaja dirancang untuk menunjukkan bagaimana teknologi dapat hadir secara natural dalam aktivitas sehari-hari, baik dalam lingkungan kerja maupun ruang komunal.

Konsep ruang meeting dibuat dengan pendekatan semi-minimalis yang menonjolkan penggunaan teknologi visual interaktif. MJ Solution menampilkan Interactive LED Display sebagai solusi yang dapat mendukung presentasi, kolaborasi tim, hingga aktivitas bisnis yang membutuhkan komunikasi visual secara efektif.

“Teknologi tidak harus terlihat rumit. Justru tantangannya adalah bagaimana teknologi bisa menyatu dengan ruang dan membantu produktivitas pengguna secara langsung,” kata Ichsan.

Sementara itu, area coffeeshop dihadirkan sebagai simbol perubahan pola interaksi masyarakat modern yang semakin fleksibel. Bekerja, berdiskusi, hingga bertemu klien kini banyak dilakukan di ruang-ruang informal seperti kedai kopi.

Untuk mendukung konsep tersebut, MJ Solution menghadirkan sistem kasir digital yang didukung oleh Registr. Sistem ini dirancang untuk memperlihatkan bagaimana digitalisasi operasional dapat meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pelanggan.

Baca Juga:   Swarna Wastra Nusantara Gaungkan Tren Fesyen dan Kriya Berkelanjutan

Dalam hal ini, Ichsan juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan sebuah instalasi pameran yang efektif. Diketahui, booth MJ Solution dibangun bersama sejumlah mitra, yakni GP Production, Karindo, YW Production, Visionwork, dan Latte.co.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah booth tidak hanya ditentukan oleh desain visual, melainkan juga oleh kemampuan berbagai pihak dalam menerjemahkan pesan brand ke dalam pengalaman ruang yang utuh.

“Arsitektur pameran pada dasarnya adalah kerja kolektif. Ada desain, teknologi, konstruksi, pencahayaan, hingga pengalaman pengguna yang harus berjalan bersama,” ungkap Ichsan.

Selain mengedepankan fungsi dan estetika, booth MJ Solution juga menghadirkan berbagai produk unggulan yang menjadi pusat perhatian pengunjung. Di antaranya adalah Transparent LED, Stand Floor Display, KMI4000, serta berbagai solusi Interactive Display yang dirancang untuk kebutuhan korporasi, ritel, hingga ruang publik.

Namun yang paling mencuri perhatian selama penyelenggaraan ARCH:ID 2026, menurut Ichsan justru bukan perangkat display yang dipamerkan, melainkan sebuah permainan interaktif bernama “Screams Challenge”.

Permainan yang dikembangkan secara mandiri oleh tim MJ Solution tersebut mengajak pengunjung berinteraksi langsung dengan teknologi melalui tantangan berbasis intensitas suara. Dalam praktiknya, peserta diminta mengeluarkan suara sekencang mungkin untuk mencapai target tertentu yang ditampilkan secara visual melalui sistem digital.

Sepanjang pameran berlangsung, area permainan tersebut nyaris tidak pernah sepi pengunjung. Banyak peserta yang mencoba tantangan tersebut secara bergantian, sementara pengunjung lain berkumpul untuk menyaksikan dan memberikan dukungan.

Baca Juga:   Dukung Karya Anak Bangsa, Sarinah Gelar Pameran Seni NFT

Fenomena ini menjadi bukti bahwa teknologi interaktif mampu menciptakan keterlibatan emosional yang jauh lebih kuat dibandingkan sekadar menampilkan produk secara statis.

Selain Screams Challenge, MJ Solution juga menghadirkan sejumlah aktivitas lain seperti Game Card dan Spin Wheel yang dirancang untuk meningkatkan engagement pengunjung sekaligus memperkuat pesan brand secara lebih menyenangkan.

Kata Ichsan, pendekatan tersebut sejalan dengan tema besar ARCH:ID 2026 yang menempatkan keterlibatan atau engagement sebagai elemen utama dalam perancangan ruang.

“Pada akhirnya, yang diingat pengunjung bukan hanya produk yang mereka lihat, tetapi pengalaman yang mereka rasakan. Karena itu, booth harus mampu menjadi ruang interaksi, bukan sekadar ruang display,” katanya.

Dalma event ini menunjukkan bahwa masa depan desain booth pameran tidak lagi bertumpu pada ukuran instalasi atau banyaknya produk yang dipamerkan. Yang menjadi pembeda adalah kemampuan sebuah brand menghadirkan pengalaman yang relevan, interaktif, dan berkesan.

Di tengah persaingan merek yang semakin ketat, pendekatan tersebut menjadi strategi baru dalam membangun hubungan antara perusahaan dan audiensnya. Booth bukan lagi sekadar tempat memamerkan produk, melainkan media komunikasi yang mampu menerjemahkan identitas brand ke dalam pengalaman nyata yang dapat dirasakan langsung oleh pengunjung. (cha)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img