Erau 2026 Tetap Digelar, Kesultanan Ambil Peran Sentral Pelaksanaan

Related Articles

TENGGARONG – Pelaksanaan Erau 2026 dipastikan tetap berlangsung meski anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami pemangkasan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memilih skema hibah kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura agar seluruh rangkaian kegiatan, khususnya prosesi adat dan sakral, tetap dapat dilaksanakan.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan persiapan Erau saat ini terus berjalan melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Pelaksanaan festival budaya tahunan tersebut juga telah mendapat persetujuan Bupati Kukar serta restu dari pihak Kesultanan.

Menurutnya, kolaborasi itu menjadi solusi agar Erau tetap terselenggara di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami tekanan. “Kami saat ini sedang berdiskusi dengan pemerintah daerah terkait persiapan Erau. Atas persetujuan Pak Bupati dan restu Kesultanan, Erau tetap dilaksanakan dengan melakukan kolaborasi,” ujar Heriansyah, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan sejumlah tahapan persiapan telah mulai disusun. Salah satunya latihan tari massal yang dijadwalkan dimulai pada Juli sebagai bagian dari rangkaian menuju pembukaan Erau.

Baca Juga:   Disdikbud Kukar Sosialisasikan Mekanisme Penilaian Jalur Prestasi SPMB

Selain itu, koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat juga terus dilakukan agar seluruh agenda berjalan sesuai jadwal. “Insya Allah pada Juli sudah mulai proses latihan tari massal. Koordinasi dengan pihak-pihak terkait juga sudah kami lakukan,” katanya.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. (Ady/Media Kaltim)

 

Di tengah keterbatasan anggaran, Heriansyah memastikan pelaksanaan Erau tetap diupayakan berlangsung secara maksimal dengan memanfaatkan alokasi dana yang tersedia.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kata dia, pada 2026 seluruh anggaran penyelenggaraan Erau disalurkan dalam bentuk hibah kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Dengan skema tersebut, Disdikbud tidak lagi menjadi pelaksana utama, melainkan lebih berperan sebagai koordinator, sementara pelaksanaan seluruh prosesi adat menjadi tanggung jawab Kesultanan.

“Untuk pelaksanaan Erau, kami memaksimalkan dana yang ada. Tahun ini semuanya hibah kepada Kesultanan. Disdikbud hanya melakukan koordinasi karena alokasi anggaran di dinas terpangkas,” jelas Heriansyah.

Ia menegaskan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan prosesi adat dan ritual sakral akan dilaksanakan sepenuhnya oleh Kesultanan sebagai penerima hibah. “Proses pelaksanaannya ada di pihak Kesultanan yang secara penuh melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat sakral,” tutupnya. (Ady Wahyudi/en)

Baca Juga:   Kejuaraan Silat Pelajar Se-Kaltim Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img