SENDAWAR – Kontingen Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kutai Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Open se-Kalimantan Timur 2026 yang digelar di GOR Pencak Silat Polder Air Hitam, Samarinda, pada 28-31 Mei 2026.
Salah satu atlet muda yang berhasil mencuri perhatian adalah Marselinus Au dari Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Ranting Melak. Ia sukses meraih juara dua dan membawa harum nama Kutai Barat di ajang bergengsi tingkat pelajar tersebut.
Kejuaraan ini diikuti atlet-atlet muda dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Selain menjadi ajang perebutan prestasi, kompetisi tersebut juga menjadi sarana pembinaan dan pencarian bibit atlet pencak silat potensial di daerah.
Marselinus mengaku bersyukur atas hasil yang diraih dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pertandingan berlangsung.
“Saya berterima kasih kepada IPSI Kubar, para pelatih, pendamping, rekan seperguruan, dan seluruh masyarakat Kutai Barat yang terus memberi dukungan. Itu menjadi tenaga ekstra bagi kami untuk tampil maksimal di arena,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Atlet Pencak Silat Cempaka Putih Melak, Marselinus Au, usai meraih juara pada Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Open se-Kaltim 2026 di Samarinda. (Foto: IPSI Kubar)
Menurutnya, dukungan masyarakat dari kampung halaman menjadi motivasi penting dalam menjaga mental dan semangat bertanding selama mengikuti kejuaraan.
Ia berharap capaian tersebut menjadi awal lahirnya lebih banyak atlet muda berbakat dari Kutai Barat yang mampu bersaing di level lebih tinggi.
“Harapan kami ke depan akan lahir lebih banyak bibit muda dari Kubar, khususnya di cabang pencak silat, yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Prestasi yang diraih kontingen IPSI Kutai Barat dinilai menjadi bukti bahwa pembinaan atlet pelajar di daerah terus berjalan dan mulai menunjukkan hasil positif.
Kutai Barat juga dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga pencak silat, terutama dengan munculnya atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat provinsi. (ichal/en)


