Peletakan Batu Pertama Madrasah Ponpes Assalam Warnai Harlah Ke-34 Pesantren

Related Articles

SENDAWAR – Menteri Agama, Nasaruddin Umar, didampingi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Madrasah Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning di Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (4/7/2026).

Pembangunan gedung madrasah tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Lahir ke-34 Pondok Pesantren Assalam. Kehadiran Menteri Agama bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah menandai dimulainya pembangunan fasilitas pendidikan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan Islam di Kutai Barat.

Prosesi diawali dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar agar pembangunan berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan memberikan manfaat bagi para santri serta masyarakat.

Pengasuh Pondok Pesantren Assalam, KH Arif Heri Setiawan, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan gedung madrasah yang selama ini menjadi harapan besar keluarga pesantren.

“Semoga dengan iringan doa seluruh masyarakat, pembangunan gedung madrasah ini dapat segera terwujud dan selesai sesuai harapan,” ujarnya.

Baca Juga:   Harlah Ponpes Assalam Hadirkan UAS dan Menag, Ribuan Jamaah Padati Lokasi

Ia juga berharap pembangunan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Kami memohon doa dan dukungan dari Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Bapak Gubernur, serta Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Kami berharap pembangunan ini dapat terus berlanjut hingga selesai dan segera dimanfaatkan para santri,” katanya.

Menteri Agama Nasaruddin Umar didampingi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Madrasah Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning di Barong Tongkok, Sabtu (4/7/2026). (Dok. Istimewa)

 

Menurutnya, kehadiran Menteri Agama menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap perkembangan pendidikan Islam di daerah. Sementara kehadiran Gubernur Kalimantan Timur, Bupati, Wakil Bupati, serta unsur Forkopimda mencerminkan sinergi yang kuat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan keagamaan.

“Kehadiran Menag RI menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap perkembangan pendidikan Islam di daerah. Sementara kehadiran Gubernur Kaltim, Bupati, Wabup, dan Forkopimda menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan keagamaan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas,” ungkapnya.

Baca Juga:   Sejumlah Lahan Perkebunan Belum Dimanfaatkan Optimal

Pembangunan gedung madrasah ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi kemajuan Pondok Pesantren Assalam dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, serta memiliki karakter kebangsaan.

“Dengan tambahan fasilitas, pesantren ditargetkan mampu memperluas akses pendidikan dan menjadi pusat pengembangan pendidikan Islam yang modern, berkualitas, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman di Kutai Barat dan Kalimantan Timur,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Timur Sarifah Suraidah Mas’ud, Ketua TP PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes Edwin, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. (Ichal/en)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img