Penemuan Jenazah Mahasiswa di Indekos, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Medis

Related Articles

SAMARINDA – Warga di kawasan Folder Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, digegerkan dengan penemuan seorang mahasiswa yang meninggal dunia di dalam kamar indekosnya, Minggu (5/7/2026). Korban diketahui berinisial AF (21) dan tinggal seorang diri di tempat tersebut.

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi membenarkan adanya laporan penemuan jenazah tersebut. Pihaknya bersama Tim Inafis Polresta Samarinda langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Benar, kami menerima informasi adanya seseorang yang meninggal di dalam kamar indekos. Tim Inafis Polresta Samarinda sudah melakukan olah TKP. Jenazah saat ini sudah kami evakuasi menuju RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Asriadi saat dikonfirmasi di lokasi.

Terkait penyebab kematian, AKP Asriadi mengatakan pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan. Polisi masih mengumpulkan alat bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi.

“Untuk dugaan awal, kami masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi-saksi. Yang bersangkutan merupakan mahasiswa dan memang tinggal sendirian di indekos. Kami juga sudah menghubungi pihak keluarga korban yang berasal dari Berau, dan perwakilan keluarga sudah ada di lokasi,” tambahnya.

Baca Juga:   Realisasi PAD Bontang dari Retribusi Sampah Sudah 50 Persen dari Target

Proses evakuasi jenazah berlangsung cukup dramatis karena kamar korban berada di lantai dua bangunan indekos dengan akses yang sempit. Untuk mempermudah proses evakuasi, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda turut diterjunkan.

Garis polisi terpasang di sekitar kamar indekos tempat ditemukannya korban di Jalan Folder Air Hitam, Samarinda. (Foto: Dimas/MK)

 

Komandan Posko 3 Disdamkarmat Kota Samarinda, Tri Indarto, mengatakan pihaknya membantu menurunkan jenazah menggunakan tandu basket agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman dan tetap menghormati korban.

“Kami menerima informasi penemuan jenazah di lantai dua. Proses evakuasi dilakukan dengan sistem rolling menggunakan tandu basket,” jelas Tri Indarto.

Menurutnya, tidak ada kendala berarti selama proses evakuasi meski akses menuju kamar korban cukup sempit. Seluruh proses penurunan jenazah hingga ke ambulans berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit.

Hingga berita ini diterbitkan, jenazah masih menjalani pemeriksaan medis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban. (Dimas/en)

Baca Juga:   Aksi Mahasiswa Dorong Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Lingkungan
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img