PEKALONGAN – Untuk melestarikan tradisi masyarakat sekaligus menekan praktik penerbangan balon liar, Pemerintah Kota Pekalongan kembali menggelar Pekalongan Ballon Festival 2026 setelah Idulfitri 1446 Hijriah. Festival tahunan ini menjadi wadah resmi penerbangan balon udara yang dikemas secara aman, tertib, dan menarik sebagai daya tarik wisata daerah.
Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono melalui Adyatama kepariwisataan dan ekonomi kreatif muda setempat, Passattimur Fajar Dewa, mengatakan festival ini akan menjadi solusi agar masyarakat tetap dapat menyalurkan hobi menerbangkan balon tanpa melanggar aturan keselamatan.
“Semua penerbangan balon akan dikumpulkan dalam satu festival, sehingga tidak ada lagi penerbangan balon di luar kegiatan ini. Dalam festival, balon wajib ditambatkan, sehingga tidak bisa terbang bebas,” katanya saat ditemui pada sosialisasi penerbangan balon udara untuk keselamatan penerbangan udara di SMPN 14 Kota Pekalongan, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan Pekalongan Ballon Festival direncanakan berlangsung pada 23-24 Maret 2026 dan 27-28 Maret 2026, menyesuaikan waktu Idulfitri. Kegiatan akan digelar di empat kecamatan, dengan mekanisme seleksi di tingkat kecamatan. Dari setiap kecamatan akan dipilih tujuh peserta terbaik untuk melaju ke babak grand final.
Pelaksanaan Pekalongan Balloon Festival tahun lalu. (Foto: Dinkominfo Kota Pekalongan)
Lokasi grand final masih dalam tahap pembahasan, dengan dua opsi utama yakni Lapangan Mataram atau Alun-alun Kota Pekalongan. Target peserta diperkirakan mencapai 80 hingga 100 tim, sebagaimana pelaksanaan tahun sebelumnya.
Festival ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Pemerintah Kota Pekalongan, Komunitas Sedulur Balon, AirNav Indonesia, PLN, otoritas bandara, serta BMKG, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai standar keselamatan penerbangan dan cuaca.
Melalui festival ini, Pemkot Pekalongan berharap jumlah penerbangan balon liar dapat ditekan secara signifikan. Selain itu, para penerbang balon yang sebelumnya melakukan aktivitas secara tidak teratur diharapkan dapat bergabung dalam satu kegiatan bersama yang aman, tertib, dan bernilai estetika.
“Harapannya, para penerbang liar bisa berkurang dan ikut berkumpul bersama-sama menerbangkan balon secara aman, cantik, dan terorganisir, sekaligus menjadi daya tarik wisata Kota Pekalongan,” tukasnya. (en)


