PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan mengatakan Gawai Dayak XV di Kabupaten Sekadau tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya dan adat, tetapi juga momentum menggerakkan UMKM serta ekonomi kreatif masyarakat setempat.
“Gawai Dayak bukan sekadar pesta adat, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, sekaligus mempromosikan potensi daerah,” kata Krisantus saat membuka Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau di Betang Youth Center, Rabu (22/7/2026).
Kurniawan mengatakan perhelatan budaya seperti Gawai Dayak harus dimanfaatkan masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk unggulan lokal kepada pasar yang lebih luas.
Menurut dia, pelaksanaan Gawai Dayak memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila mampu diintegrasikan dengan pengembangan UMKM, kerajinan, dan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Ia mengajak para pelaku UMKM dan perajin memanfaatkan setiap momentum kegiatan budaya untuk memperkenalkan produk mereka sehingga tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan menghadiri Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau di Betang Youth Center, Rabu (22/7/2026). (Foto: ANTARA/HO-Prokopim Kalbar)
Krisantus menilai penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu hal penting dalam pembangunan daerah sehingga masyarakat Dayak didorong mampu tampil sebagai pelaku utama dengan memperkuat kapasitas usaha dan melahirkan lebih banyak pengusaha setempat.
“Pemerintah akan memberikan perlindungan kepada seluruh pelaku investasi di Kalimantan Barat. Namun investasi tersebut harus membawa dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan keadilan sosial sehingga aktivitas ekonomi dan investasi yang berkembang di daerah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalbar, Donata Krisantus mengatakan kaum perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui produk kuliner, kerajinan, dan berbagai usaha berbasis potensi lokal.
“TP PKK sangat mendukung Gawai Dayak karena di dalamnya terdapat peran besar kaum perempuan dalam menjaga adat, kuliner, dan kerajinan,” katanya.
Ia berharap produk binaan TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Sekadau dapat terus berkembang dan naik kelas sehingga mampu dikenal lebih luas serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga dan masyarakat.
Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau berlangsung pada 21-25 Juli 2026 dengan menghadirkan pameran UMKM, lomba seni dan budaya tradisional, ritual adat, pemilihan Bujang Dara Gawai, serta pertunjukan musik.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Betang Youth Center diharapkan tidak hanya menjadi pusat perayaan budaya, tetapi juga ruang promosi produk lokal dan penggerak ekonomi kreatif masyarakat Kabupaten Sekadau. (ant)


