Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang Perkuat Akar Sejarah

Related Articles

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan yang diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, pelajar, hingga masyarakat umum ini menampilkan beragam kostum adat yang terinspirasi dari budaya Keraton Yogyakarta, dipadukan dengan kreativitas masing-masing peserta.

Bupati Batang M Faiz Kurniawan memberikan sambutan usai Kirab Budaya HUT Ke-60 Kabupaten Batang di halaman Pendopo Kabupaten Batang. (Foto: MC Batang/Roza/Jumadi)

 

Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan, pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, Kabupaten Batang memiliki keterkaitan sejarah yang cukup kuat dengan Kesultanan Yogyakarta.

“Batang memiliki hubungan sejarah yang panjang dengan Kasultanan Yogyakarta, di mana dulu Ratu Batang pernah menjadi bagian dari keluarga Sultan Agung,” jelasnya.

Melihat Kabupaten Batang sudah lahir dari 300 tahun yang lalu menurut cerita sejarah yang ada. Untuk usia Ke-60 tahun ini bagian dari kembalinya Kabupaten Batang kembali secara administrasi.

“Kirab budaya ini menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah sekaligus upaya memperkuat identitas budaya daerah. Ke depan, Pemkab Batang juga berencana menghadirkan Sultan Hamengkubuwono dalam rangkaian kegiatan kebudayaan di Kabupaten Batang,” harapnya.

Baca Juga:   Cap Go Meh Sekolah Karangturi Arak 1.000 Naga

Selain itu, akan digelar seminar kebudayaan untuk memperdalam pemahaman sejarah dan nilai-nilai budaya yang ada. “Ini bagian dari upaya kita menyambung kembali akar sejarah, sekaligus memperkuat nilai budaya di tengah masyarakat,” ujar dia.

Peserta menggunakan kostum kreasi saat mengikuti kirab budaya di Pendopo Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (12/4/2026). Kirab budaya dalam rangka HUT ke-60 Kabupaten Batang itu diikuti sekitar 1.600 warga dari 86 kelompok ASN, BUMN atau BUMD dan pelajar yang menampilkan kostum adat Jawa dan kostum kreasi dengan mengarak 17 gunungan hasil bumi dan 14 kereta kuda. (Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/nym)

 

Faiz menambahkan, konsep kirab yang menggabungkan unsur tradisional dan inovasi diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal dan melestarikan budaya daerah.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Batang berharap semangat pelestarian budaya dapat terus tumbuh, sekaligus memperkuat daya tarik daerah sebagai destinasi budaya di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya. (en)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img