JAKARTA – Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bersama PT CIS Exhibition resmi meluncurkan rangkaian penyelenggaraan ARCH:ID 2026, forum arsitektur tahunan terbesar di Indonesia, yang akan memasuki edisi ke-6. Peluncuran digelar di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Program Director ARCH:ID 2026, Firman S Herwanto, menyampaikan apresiasi kepada para arsitek, desainer, serta mitra yang terus memberikan dukungan terhadap ARCH:ID sejak pertama kali digelar.
“Atas nama Ikatan Arsitek Indonesia dan ARCH:ID, saya mengucapkan terima kasih. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk kembali bertempur menjelang penyelenggaraan ARCH:ID Indonesia yang ke-6. Di sini hadir rekan-rekan arsitek dan desainer yang telah lama berkarya di dunia desain dan arsitektur, serta para mitra yang bukan sekali dua kali, tetapi telah berulang kali mendukung ARCH:ID,” ujar Firman.
Program Director ARCH:ID 2026, Firman S Herwanto, menyampaikan sambutan saat Launching ARCH:ID 2026 di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Pada kesempatan yang sama, CIS Exhibition Project Director, R Arief Sofyan Rudiantoro, mengungkapkan ARCH:ID 2026 akan diawali dengan rangkaian roadshow ke sejumlah kota besar di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas kolaborasi dan dialog arsitektur.
“Roadshow ARCH:ID 2026 akan dilakukan di empat kota besar dan ditutup di Jakarta. Kami memulai dari Bali dan Surabaya pada Januari 2026, kemudian Makassar pada Februari, Bandung pada Maret, dan terakhir Jakarta,” ujar Arief.
CIS Exhibition Project Director, R Arief Sofyan Rudiantoro, memaparkan rencana roadshow ARCH:ID 2026 ke lima kota besar di Indonesia saat acara peluncuran di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Arief menjelaskan, setiap kota akan menghadirkan pendekatan arsitektur yang kontekstual dengan karakter wilayah setempat. Proses perancangan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai disiplin, mulai dari arsitektur, perencanaan kota, hingga desain grafis.
“Pendekatan ini kami jaga agar setiap kota memiliki karakter dan pengalaman yang berbeda. Diskusinya sangat hidup karena melibatkan banyak sudut pandang, dan roadshow ini kami buka sebagai ruang kolaborasi bagi berbagai pihak untuk terlibat,” tambahnya.
Para pemangku kepentingan industri arsitektur menghadiri Launching ARCH:ID 2026 yang menandai dimulainya rangkaian kegiatan menuju penyelenggaraan ke-6 ARCH:ID Indonesia.
Diketahui, ARCH:ID merupakan forum arsitektur tahunan yang memadukan konferensi dan pameran bisnis (B2B) untuk industri arsitektur dan lingkungan binaan. Acara ini menjadi wadah pertemuan bagi arsitek, akademisi, pengembang, produsen, hingga pemerintah untuk berjejaring, berbagi gagasan, serta memamerkan inovasi.
ARCH:ID juga bertujuan mempertemukan seluruh pemangku kepentingan industri arsitektur, menyajikan ide, tren, dan solusi melalui konferensi, talkshow, serta pameran, sekaligus mempromosikan karya arsitektur nasional yang berkelanjutan dan responsif terhadap isu perubahan iklim serta lingkungan. (cha)


