TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan program bantuan seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru tetap dilaksanakan pada tahun ajaran 2026/2027. Namun, peluncurannya baru akan dilakukan setelah seluruh rangkaian Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 selesai.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran untuk program tersebut sebagai bentuk dukungan kepada peserta didik baru. Peluncuran program akan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kukar setelah seluruh tahapan penerimaan murid selesai.
“Insya Allah seragam gratis tetap ada. Setelah penerimaan SPMB selesai, program ini akan diluncurkan secara simbolis oleh Bupati,” ujar Heriansyah.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan nantinya tidak dilakukan secara langsung oleh pemerintah, melainkan melalui koperasi sekolah dengan skema Boskab Seragam. Mekanisme tersebut disiapkan agar distribusi bantuan dapat menyesuaikan kebutuhan masing-masing sekolah.
Menurut Heriansyah, hingga saat ini jumlah penerima bantuan belum dapat dipastikan. Disdikbud masih menunggu hasil akhir pelaksanaan SPMB di seluruh sekolah sebagai dasar penentuan jumlah penerima sekaligus kebutuhan anggaran.
Data peserta didik baru yang diterima di setiap sekolah akan menjadi acuan dalam penyusunan distribusi bantuan. Karena itu, pemerintah belum dapat memastikan jumlah paket seragam yang akan disalurkan.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. (Foto: Ady/MK)
Selain menentukan jumlah penerima, hasil akhir SPMB juga akan menjadi dasar perhitungan kebutuhan anggaran. Semakin banyak peserta didik baru yang diterima, semakin besar pula anggaran yang harus disiapkan pemerintah daerah.
Saat ini proses SPMB telah memasuki tahap daftar ulang yang berlangsung hingga 8 Juli 2026. Setelah seluruh tahapan selesai, data peserta didik baru akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan program seragam gratis.
“Proses penyalurannya dilakukan melalui koperasi sekolah. Bantuan didistribusikan sesuai kebutuhan melalui koperasi sekolah,” tutup Heriansyah. (Ady Wahyudi/en)


