SOLOK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatra Barat, mengapresiasi pelaksanaan lomba ayam kukuak balenggek atau kokok ayam bertingkat sebagai upaya meningkatkan minat masyarakat dalam melestarikan budaya lokal.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu mengatakan kegiatan yang menjadi ajang pelestarian budaya Minangkabau ini bertujuan menjaga eksistensi ayam kukuak balenggek sebagai salah satu tradisi kekayaan budaya lokal khas Sumatra Barat, khususnya Kabupaten Solok.
“Selain itu, lomba ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarkomunitas pecinta ayam kukuak balenggek,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Bupati juga mengapresiasi panitia dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menekankan ayam kukuak balenggek bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, terutama bagi para peternak ayam balenggek,” ujar Jon.
Bupati Solok Jon Firman Pandu saat menghadiri lomba ayam kukuak balenggek di Nagari Salimpek, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. (Foto: ANTARA/HO-Diskominfo Solok)
Lomba Ayam Kukuak Balenggek Aika Salimpek Saiyo Sakato Cup II ini menampilkan berbagai kategori penilaian, mulai dari kelas landik, boko dan kelas istimewa dari panjang dan keindahan lenggok suara (kukuak), hingga performa ayam saat tampil. Acara berlangsung semarak dengan antusiasme peserta dan penonton yang memadati lokasi kegiatan.
Panitia berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan yang mampu menarik perhatian wisatawan serta meningkatkan potensi ekonomi lokal di Kabupaten Solok. Pemkab Solok juga telah menjadikan kontes ayam kukuek balenggek sebagai agenda tahunan sebagai aset daerah setempat.
Ayam kukuak balenggek berasal dari Kabupaten Solok, Sumatra Barat, terutama di Kecamatan Payung Sekaki dan Tigo Lurah. Ayam ini terkenal sebagai “ayam penyanyi” karena memiliki suara kokok yang merdu, panjang, dan bertingkat-tingkat (dalam bahasa Minang balenggek).
Ayam kukuak balenggek saat ini tergolong langka dan terancam punah bila tidak dilestarikan. Ayam ini adalah ras lokal khas Sumatra Barat, terutama dari daerah Solok dan terkenal karena kokoknya yang bertingkat-tingkat, unik, bahkan bisa sampai belasan suku kata. Bila dibiarkan tanpa pelestarian lama-lama bisa benar-benar hilang. (ant)


