29 Event Meriahkan Grebeg Suro Ponorogo

Related Articles

PONOROGO – Grebeg Suro 2026 akan berlangsung di Alun-Alun Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mulai Sabtu (6/6/2026) hingga 15 Juni 2026. Selama 10 hari festival yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata ini menyelenggarakan 29 rangkaian event.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita membuka perayaan besar menyambut Tahun Baru Islam itu dari Panggung Utama Alun-Alun yang menjadi venue Festival Reog Remaja (FRR) XXII dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI, Sabtu (6/6/2026).

Bunda Lis –sapaan Lisdyarita– menyatakan Grebeg Suro, khususnya Reog Ponorogo, bukan sekadar tradisi warisan masa lampau. Namun, juga kekuatan identitas yang terus hidup, bergerak, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

“Grebeg Suro menjadi momentum penting untuk merawat tradisi, memperkuat nilai spiritual, sekaligus mengenalkan kebudayaan Ponorogo ke panggung yang lebih luas,” kata Bunda Lis.

Suasana pembukaan Grebeg Suro 2026 di Alun-Alun Ponorogo mulai Sabtu (6/6/2026). (Foto: Diskominfo Ponorogo)

 

Menurut dia, Grebeg Suro –dengan Bedhol dan Kirab Pusaka, FRR dan FNRP, tirakatan, serta Larung Risalah Doa di Telaga Ngebel– merupakan tradisi yang sarat nilai spiritual, budaya, dan kearifan lokal. “Bukan semata pesta rakyat. Lebih dari itu, Grebeg Suro adalah warisan nenek moyang, tradisi sakral, sekaligus jembatan indah yang menyatukan nilai spiritual dan kearifan budaya,” jelasnya.

Baca Juga:   Pemkot Padang Siapkan Festival Sambut Perantau yang Mudik

Bunda Lis juga menyampaikan pengakuan Ponorogo sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) serta penetapan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia menjadi amanah besar bagi seluruh masyarakat.  “Melalui Grebeg Suro ini, kita bersama menjaga amanah ini,” terangnya.

Dia berharap Grebeg Suro yang tahun ini mengusung tema “Reogvolution” bisa menjadi ruang perenungan, doa agar kehidupan masyarakat Ponorogo semakin baik di masa mendatang.

Pembukaan Grebeg Suro berlangsung meriah dengan penonton yang memadati depan Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo. Suryo Saputro, wisatawan yang datang dari Jakarta, mengaku terkesan menyaksikan langsung pertunjukan Reog Ponorogo dengan tata panggung memukau.

“Saya merasa beruntung dapat menonton sebuah sendra tari yang megah. Reog Ponorogo luar biasa,” ungkapnya.

Kekaguman juga diutarakan Adam, wisatawan asal New York, Amerika Serikat. Dia selama ini kerap menyaksikan sejumlah tarian tradisional Jawa yang gerakannya cenderung gemulai. Namun, Reog Ponorogo memiliki energi dan karakter yang berbeda.

“Biasanya kalau saya melihat tari-tarian Jawa agak ngantuk, tapi kali ini tidak. Gerakan penari Reog Ponorogo begitu energik,” ujar Adam. (en)

Baca Juga:   Festival Kulminasi Matahari Ditargetkan Masuk KEN 2025
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img