JAKARTA – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyampaikan Trade Expo Indonesia ke-41 (TEI ke-41) siap menjadi ajang strategis promosi produk nasional ke pasar global dengan mengusung tagline “The Ultimate Hub for Global Sourcing.”
Hal tersebut disampaikan dalam acara peluncuran TEI ke-41 yang digelar di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (26/2/2026). Peluncuran itu dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Perdagangan Diah Roro Esti, serta para pejabat kementerian/lembaga, duta besar, konsul jenderal, kepala dinas provinsi, asosiasi, dan pelaku usaha.
Fajarini menegaskan TEI merupakan agenda tahunan Kementerian Perdagangan yang telah menjadi ekshibisi berskala internasional dan mampu mendatangkan ribuan pembeli mancanegara.
“Trade Expo ini bukan hanya event Kementerian Perdagangan, tetapi event nasional dan kebanggaan Indonesia sebagai ajang promosi produk-produk Indonesia ke pasar global,” ujarnya.
Menurut Fajarini, pemilihan tagline The Ultimate Hub for Global Sourcing mencerminkan kesiapan Indonesia menjadi simpul penting perdagangan dunia.
Indonesia dinilai mampu memasok berbagai produk berkualitas, mulai dari manufaktur, pertanian, hingga produk berbasis teknologi yang inovatif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan. Tagline tersebut rencananya tidak hanya digunakan untuk TEI, tetapi juga dalam promosi produk Indonesia di pasar global secara lebih luas.
Mendag Budi Santoso didampingi Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri, Dirjen PEN, Fajarini Puntodewi beserta jajaran pejabat lainnya secara resmi meluncurkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Gedung Kemendag, Jakarta. (Foto: Istimewa)
Area pameran TEI ke-41 yang akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 akan diperluas menjadi 10 hall. Satu hall diperuntukkan bagi Pangan Nusa, sementara sembilan hall lainnya digunakan untuk Trade Expo. Tahun ini Kemendag juga menerapkan zonasi dan pengelompokan sektor yang lebih terstruktur guna memudahkan buyer internasional.
Fajarini membeberkan, salah satu pembaruan tersebut adalah penyediaan hall khusus untuk kopi, teh, dan kakao (koteka). Menurutnya, selama ini buyer kopi kerap kesulitan menemukan peserta karena tersebar di berbagai lokasi.
“Dengan pengelompokan ini, diharapkan interaksi dan transaksi dapat lebih optimal. Di hall tersebut juga akan digelar berbagai atraksi seperti cupping dan kompetisi sektor kopi,” beber Fajarini.
Selain itu, dua hall khusus akan dialokasikan untuk sektor furnitur dan dekorasi rumah yang selama ini menjadi magnet buyer internasional. Kemendag juga menyiapkan hall khusus kawasan industri untuk menarik lebih banyak investor asing berinvestasi di Indonesia.
Lebih jauh Fajarini menyampaikan, pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, TEI berhasil mendatangkan lebih dari 8.000 buyers internasional. Tahun ini, Kemendag menargetkan capaian yang lebih tinggi melalui berbagai pembaruan tata kelola pameran.
Rangkaian kegiatan seperti business matching tetap menjadi bagian penting dari penyelenggaraan, dengan fokus pada peningkatan kualitas transaksi dan perluasan akses pasar ekspor bagi pelaku usaha nasional.
Kemendag juga mengapresiasi dukungan berbagai kementerian/lembaga serta sponsor utama, termasuk perbankan nasional, dalam menyukseskan penyelenggaraan TEI ke-41.
Dengan berbagai pembaruan tersebut, TEI ke-41 diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat sourcing global sekaligus meningkatkan realisasi transaksi ekspor nasional. (cha)


