JAKARTA – Synchronize Fest hari kedua di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (4/10/2025), menampilkan ratusan musisi lintas generasi. Diantaranya dua momen istimewa, yaitu kembalinya grup musik legendaris Guruh Gipsy ke panggung setelah lebih dari 50 tahun dan kejutan kehadiran Nicholas Saputra dalam pertunjukan musikal “Rangga & Cinta”.
Festival musik ini menampilkan delapan panggung pertunjukan, di antaranya Dynamic Stage, District Stage, Forest Stage, XYZ Stage, Gigs Stage, dan Oleng Upuk, yang diisi oleh musisi dari berbagai genre seperti Idgitaf, .Feast, Bilal Indrajaya, JKT48, RAN, The Changcuters, Andien, Shaggydog Orchestra, dan Sal Priadi.
Panggung Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 menampilkan kolaborasi musik dan tari Nusantara yang memukau penonton lintas generasi. (Foto: Nicha/Event Nusantara)
Penampilan Guruh Gipsy menjadi salah satu momen bersejarah dalam festival tersebut. Grup musik yang dikenal lewat perpaduan unsur progresif rock dan gamelan tradisional itu tampil untuk pertama kalinya di depan publik setelah vakum selama lebih dari setengah abad. Kehadiran Guruh Gipsy mendapat sambutan meriah dari penonton yang memadati area Dynamic Stage.
Pertunjukan “Musik dari Rangga & Cinta” menghadirkan kembali lagu-lagu ikonik film Ada Apa Dengan Cinta?. (Foto: Nicha/Event Nusantara)
Sementara di District Stage, pertunjukan musikal “Musik dari Rangga & Cinta” menghadirkan lagu ikonik dari film Ada Apa Dengan Cinta?. Pertunjukan tersebut semakin menarik perhatian ketika Nicholas Saputra, pemeran asli Rangga dalam film tersebut, hadir di tengah penonton bersama produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza, memicu sorakan histeris dari para penggemar.
Dalam penampilan musikal itu, sejumlah musisi turut tampil, seperti Raffi Sudirman yang membawakan “Ku Bahagia”, Sal Priadi dengan “Bimbang”, Andien lewat “Denting”, Baskara Hindia dengan “Tentang Seseorang”, serta El Putra Sarira dan Leya Princy yang menutup dengan “Suara Hati Seorang Kekasih”.
Grup musik Shaggydog tampil energik di panggung Synchronize Fest 2025, Sabtu (4/10), menghadirkan perpaduan ska, reggae, dan funk khas mereka. (Foto: Nicha/Event Nusantara)
Synchronize Fest yang tahun ini berlangsung selama tiga hari, 3-5 Oktober 2025, menampilkan ratusan musisi dari berbagai genre seperti pop, rock, jazz, ska, dangdut, hingga musik tradisional. Festival ini juga menjadi ruang temu antara generasi dan gaya musik berbeda, sekaligus menegaskan keberagaman ekosistem musik Indonesia. (cha)


