BANDUNG – PT PLN (Persero) menghadirkan deretan program inovasi transisi energi sekaligus menampilkan booth interaktif pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Bandung, pada 7-9 Agustus 2025.
Dengan mengusung tema “Swasembada Energi dengan Inovasi Berkelanjutan”, PLN memamerkan tiga program strategis yang menjadi pilar transisi energi nasional. Pertama, dekarbonisasi berbasis ekonomi kerakyatan melalui co-firing biomassa, yang mengintegrasikan pengurangan emisi dengan pemberdayaan masyarakat.
Kedua, penguatan ekosistem mobilitas bersih lewat program konversi motor listrik. Salah satu bentuk nyatanya adalah Electric Vehicle Conversion (ELVis), pelatihan konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik berbasis baterai ramah lingkungan, yang menyasar guru dan siswa SMK.
Ketiga, pengembangan hidrogen hijau sebagai energi masa depan, untuk memperkuat kedaulatan energi sekaligus meningkatkan daya saing global Indonesia.
Tampilan booth PLN dalam ajang pameran Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Bandung. (Foto : Nicha/ Event Nusantara)
“Kami tidak hanya fokus pada pembangkit, tetapi juga menyiapkan SDM unggul, ekosistem industri, dan teknologi pendukung yang mampu mempercepat transisi menuju energi bersih,” ujar Wakil Direktur Bidang Teknologi Informasi Korporat dan Mitra Bisnis PLN, Daniel Tampubolon.
PLN juga memanfaatkan momentum KSTI 2025 untuk memperkenalkan inovasinya secara langsung kepada pengunjung melalui booth pameran. Aulia Ramadan, staf Karindo LED selaku vendor penyedia LED di booth PLN menjelaskan, LED yang digunakan adalah LED P 1.8. “Ukurannya 192 cm x 320 cm,” sebut Aulia.

Dalam pameran ini, LED tersebut menampilkan berbagai konten seputar program unggulan transisi energi. Tampilan visual yang cerah dengan kombinasi warna selaras desain booth membuat area pameran PLN menjadi salah satu spot yang banyak dikunjungi.
Pengunjung dapat melihat secara detail mengenai data maupun alur konversi kendaraan, informasi co-firing biomassa, hingga roadmap pengembangan hidrogen hijau di Indonesia.
Kehadiran booth ini tak hanya memamerkan teknologi, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik tentang pentingnya kolaborasi riset, industri, dan inovasi untuk mewujudkan kemandirian energi berkelanjutan. (cha)


