Menteri PPPA: Satu Abad Rahmi Hatta Momentum Perkuat Keteladanan Perempuan

Related Articles

JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyebut peringatan Satu Abad Rahmi Hatta menjadi momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diwariskan Rahmi Hatta sekaligus memperkuat komitmen membangun Indonesia yang inklusif menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Arifah saat memberikan sambutan dalam Afternoon Tea Talkshow: Satu Abad Rahmi Hatta di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

“Satu abad kelahiran Ibu Rahmi Hatta bukan sekadar mengenang perjalanan hidup seorang tokoh, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada bangsa Indonesia,” kata Arifah.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Mutiara Hatta, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurut Arifah, Rahmi Hatta merupakan salah satu perempuan Indonesia yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa melalui keteladanan, kebijaksanaan, dan pengabdian.

“Sebagai pendamping Proklamator sekaligus Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, beliau menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan bangsa, bukan hanya melalui posisi formal, tetapi juga melalui keteladanan, kebijaksanaan, dan pengabdian yang tulus,” ujarnya.

Baca Juga:   Shopee Gelar Festival Penulis Lokal
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi saat menyampaikan sambutan. (Foto: Nicha/Event Nusantara)

 

Arifah menilai warisan terbesar Rahmi Hatta bukan hanya catatan sejarah, melainkan nilai-nilai yang tetap relevan hingga kini, seperti integritas, kesederhanaan, semangat belajar sepanjang hayat, penghormatan terhadap martabat manusia, serta kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia unggul, penguatan kualitas keluarga, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

“Keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat, termasuk perempuan dan anak,” katanya.

Karena itu, Arifah menegaskan perspektif gender dan pemenuhan hak anak harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses pembangunan.

⁠Foto bersama usai penyerahan plakat dari pihak keluarga Rahmi Hatta kepada Menteri PPPA, Perwakilan Perpustakaan Nasional dan Wakil Wali Kota Jakarta Pusat. (Foto: Nicha/Event Nusantara)

 

Baca Juga:   Perpusnas Ajak Masyarakat Jadikan Perpustakaan Ruang Peradaban

Ia mengatakan Kementerian PPPA terus mendorong pengarusutamaan gender dan pengarusutamaan hak anak agar seluruh kebijakan, program, dan anggaran pembangunan semakin responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak.

“Pengarusutamaan gender bukan hanya isu perempuan, tetapi pendekatan pembangunan untuk memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal. Karena itu, pengarusutamaan gender harus hadir dalam kebijakan, program, penganggaran, hingga evaluasi pembangunan di seluruh sektor,” ujarnya.

Arifah menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan mampu menghadirkan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan peringatan Satu Abad Rahmi Hatta sebagai pengingat pentingnya melanjutkan nilai-nilai keteladanan yang diwariskan Rahmi Hatta.

“Marilah kita jadikan peringatan satu abad Rahmi Hatta sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Semoga semangat keteladanan dan nilai-nilai luhur Ibu Rahmi Hatta akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi Indonesia hari ini dan masa mendatang,” pungkasnya. (cha)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img