JAKARTA – Setelah dua tahun vakum, Stand Up Fest 2025 kembali digelar dan membawa energi besar ke Istora Senayan pada 11-13 Juli 2025.
Namun bukan hanya tawa dan nama besar komika nasional yang jadi pusat perhatian. Di balik kemeriahan itu, semangat komunitas dan perjuangan komika lokal dari berbagai daerah kembali bergema terutama di panggung outdoor yang kerap dijuluki sebagai “panggung jihad” oleh para pelakunya.
Panggung outdoor hari pertama, Jumat (11/7/2025) menampilkan sederet komika dari berbagai komunitas Stand Up Indo di seluruh Indonesia. Bagi mereka, kesempatan tampil di panggung ini bukan sekadar slot penampilan melainkan sebuah pencapaian, bahkan simbol pengakuan dari komunitas yang lebih luas.
Penampilan Dodit Mulyanto di panggung musik outdoor pada hari kedua Stand Up Fest 2025 menjadi kejutan tersendiri. (Foto: Event Nusantara)
Atmosfer panggung outdoor terasa berbeda. Di bawah terik matahari, tanpa lighting canggih atau efek panggung seperti di indoor, semua bergantung pada kekuatan materi dan delivery. Hal ini yang membuat panggung outdoor dianggap sakral bagi para komika.
Kang Kamal Ocon dari Stand Up Indo Bandung bahkan membuka penampilannya dengan guyonan soal betapa sulitnya bisa tampil di panggung ini. Namun ia berhasil memecah suasana, membuat penonton terpingkal dan memberi energi tinggi sejak sesi awal.
Semangat komunitas begitu terasa ketika komika lokal berhasil menghidupkan panggung besar di Jakarta. (Foto: Event Nusantara)
Sesi ditutup oleh Rizky Ambon, yang dengan gaya khasnya berhasil membuat tawa meledak hingga akhir. Meski outdoor, penonton tetap bertahan, menunjukkan betapa kuatnya koneksi yang dibangun para komika dengan penontonnya.
Selain menjadi ajang hiburan, Stand Up Fest tahun ini juga menjadi ruang pertemuan lintas generasi dalam komunitas. Para komika baru bisa belajar langsung dari yang lebih senior, sementara penonton bisa menikmati berbagai warna komedi: dari yang absurd, kritik sosial, hingga cerita personal yang menggelitik.
Antusiasme penonton di area outdoor Istora Senayan pada hari pertama Stand Up Fest 2025. (Foto: Event Nusantara)
“Stand Up Fest bukan cuma soal tawa, tapi tentang semangat komunitas dan pembuktian diri,” kata Amara (25), pengunjung asal Jakarta Selatan yang datang bersama tiga temannya. “Bisa lihat komika lokal tampil sepanggung dengan nama besar itu menarik banget,” lanjutnya.
Pada hari pertama, panggung indoor juga tak kalah meriah, dipandu oleh Coki Pardede dan Tretan Muslim, serta diisi oleh nama-nama besar seperti Arie Kriting, Bintang Bete, dan Praz Teguh.
Sementara pada hari kedua, komika Dodit Mulyanto tampil mengejutkan di panggung musik outdoor dengan pertunjukan musikal-komedik yang unik dan menghibur.
Stand Up Fest 2025 membuktikan bahwa komedi tetap hidup di tengah komunitas, dan setiap tawa yang pecah di panggung adalah hasil dari kerja keras, solidaritas, dan mimpi yang dibangun bersama. (cha)


