TANGERANG – Indonesia semakin memperkuat posisi di pasar internasional melalui penandatanganan 137 nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai negara dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 tahun 2025, Rabu (15/10/2025), di ICE BSD City, Tangerang, Banten.
Menteri Perdagangan Budi Santoso, yang akrab disapa Busan, menekankan penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan ekspor bernilai tambah, memperluas pasar internasional, dan memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global.
“TEI menjadi wadah strategis untuk merealisasikan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat hilirisasi dan industrialisasi nasional. Dengan MoU ini, kita membuka peluang ekspor baru dan menjalin kerja sama yang lebih kuat dengan mitra internasional,” ujar Busan saat membuka acara.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara eksportir dengan buyer dalam Trade Expo Indonesia ke-40, di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (15/10/2025). (Foto: Kemendag)
MoU tersebut melibatkan negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, Meksiko, Filipina, Afrika Selatan, Saudi Arabia, Thailand, Taiwan, dan Belanda, serta sejumlah negara lainnya. Penandatanganan kesepakatan ini diharapkan mendorong pembelian produk Indonesia, mulai dari hasil pertanian, makanan olahan, hingga produk manufaktur dan teknologi, ke pasar global.
Mendag juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang berkontribusi dalam kesuksesan TEI 2025, termasuk Kementerian Luar Negeri, perwakilan RI di luar negeri, Kadin Indonesia, serta kamar dagang negara sahabat. Dukungan dari sponsor utama seperti Bank Mandiri, Pertamina, dan BPDPKS, serta berbagai BUMN, pemerintah daerah, dan pihak swasta juga mendapat pujian.

“Dengan kerja sama yang kuat dan optimisme bersama, Indonesia siap memperkokoh posisinya sebagai kekuatan ekonomi global yang berdaya saing tinggi. Ini bukan hanya tentang transaksi, tapi tentang membangun kepercayaan dan jaringan jangka panjang,” ungkap Busan.
Selain menandatangani MoU, Busan menyerahkan Penghargaan Primaniyarta kepada eksportir terbaik dan kepala daerah yang berhasil meningkatkan nilai ekspor, serta Penghargaan Primaduta kepada buyer loyal dan perwakilan RI di luar negeri yang mendorong ekspor nonmigas Indonesia. Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas kontribusi nyata dalam memperluas jejaring perdagangan Indonesia dan meningkatkan brand awareness produk lokal di pasar global.
Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli secara resmi membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 tahun 2025. (Foto: Istimewa)
Dengan penandatanganan MoU, para pelaku usaha Indonesia, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar, mendapatkan kepastian dan kemudahan untuk menjual produk ke pasar internasional.
Busan pun menambahkan, produk lokal yang sebelumnya terbatas pada ekspor bahan mentah kini berpotensi merambah pasar dengan nilai tambah lebih tinggi, seperti kerajinan tangan, makanan olahan, hingga mobil listrik karya anak bangsa.
Melalui langkah strategis ini, Indonesia tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi domestik, tetapi juga memperkuat citra sebagai negara produsen yang mampu bersaing di pasar global. (*/cha)


