SAMARINDA – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) menggelar diskusi publik bertema “Membaca Arah Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global”, Jumat (12/6/2026). Kegiatan itu menghadirkan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum untuk membahas berbagai tantangan ekonomi yang tengah dihadapi Indonesia.
Ketua Panitia, Muhammad Rayhan, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih memahami dinamika perekonomian nasional maupun global yang terus mengalami perubahan.
Rayhan yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FEB menilai pemahaman ekonomi menjadi kebutuhan penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Melalui forum ini kami ingin membuka ruang diskusi yang konstruktif. Banyak isu ekonomi yang saat ini berkembang di masyarakat, sehingga penting bagi mahasiswa dan publik untuk mendapatkan pemahaman yang utuh berdasarkan data dan kajian yang objektif,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber membahas berbagai isu strategis, mulai dari kondisi ekonomi global, tantangan investasi, inflasi, daya beli masyarakat, hingga strategi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tekanan eksternal.
Menurut Rayhan, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran ekonomi di tengah masyarakat. Pemahaman yang baik terhadap isu ekonomi dinilai dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) menggelar diskusi publik bertema “Membaca Arah Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global” di Samarinda, Jumat (12/6/2026). (Foto: Hanafi/MK)
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat. Literasi ekonomi yang baik akan melahirkan masyarakat yang lebih siap menghadapi perubahan dan tantangan zaman,” katanya.
Selain menjadi sarana bertukar gagasan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya diskusi akademik yang kritis, terbuka, dan solutif di lingkungan kampus.
BEM FEB menilai forum-forum seperti ini penting untuk menjembatani pemahaman antara dunia akademik dan realitas yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait persoalan ekonomi yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, BEM FEB berkomitmen terus menghadirkan ruang edukasi publik yang mampu memperkuat pemahaman masyarakat terhadap berbagai isu ekonomi, pembangunan nasional, dan tantangan global yang terus berkembang.
“Kami ingin diskusi seperti ini menjadi ruang belajar bersama, sehingga mahasiswa dan masyarakat dapat memahami persoalan ekonomi secara lebih komprehensif dan mampu melihat peluang di tengah berbagai tantangan yang ada,” tutup Rayhan. (hanafi/en)


