Destinasi Wisata Baru Anjungan Teluk Kendari

Related Articles

KENDARI – Destinasi wisata di Kota Kendari bertambah. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir meresmikan Anjungan Teluk Kendari serta wahana bermain di area Tambat Labuh atau kawasan Kendari Beach, Rabu (9/2/2022).

Destinasi baru ini berada di Jalan Ir H Alala, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat. Pembangunan kawasan ini telah direncanakan sejak 2020 dan diselesaikan pada 2021. Anggaran pembangunan jembatan penghubung Anjungan Teluk Kendari ini sekitar Rp 4,4 miliar. Sedangkan, anggaran wahana bermain sebesar Rp5 miliar.

Fasilitas yang telah disiapkan di antaranya wahana bermain seperti Bianglala, Kora-kora, Komidi Putar, Playground, dan Jembatan Kaca Teluk Kendari. Selain itu, terdapat foodcourt yang menyajikan berbagai jenis kuliner khas Kota Kendari.

Pengadaan wisata baru ini untuk meningkatkan daya tarik wisata, khususnya di kawasan Teluk Kendari. Sulkarnain mengatakan, seluruh wahana bermain yang ada di area itu merupakan bentuk dedikasi untuk meningkatkan nilai kawasan Teluk Kendari.

“Tidak semua daerah di Indonesia memiliki teluk, oleh karena itu sebagai wujud rasa syukur dan kecintaan kita terhadap Kota Kendari, maka kita berusaha untuk mengoptimalkan potensi yang ada ini,” ucap Sulkarnain saat memberikan sambutan sekaligus meresmikan Anjungan Teluk Kendari, dikutip dari zonasultra.com.

Baca Juga:   G Swing Tawarkan Sensasi Berayun di Ketinggian 40 Meter

Dia berharap destinasi wisata baru tersebut mampu menarik wisatawan baik dari dalam maupun luar Kota Kendari. “Insyaallah keamanannya sudah melewati uji operasi sehingga sudah sangat layak. Insyaallah konstruksinya sudah sesuai standar. Jadi, silakan masyarakat Kota Kendari memanfaatkan fasilitas ini bersama keluarga,” tambahnya.

Pemkot Kendari menyerahkan pengelolaan kawasan itu kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kota Kendari. Direktur Perumda Kota Kendari Munir Madjid mengatakan wahana ini buka setiap Sabtu dan Minggu, mulai pukul 09.00 – 22.00 Wita. Sementara Tambat Labuh Kendari buka hingga pukul 00.00 Wita di hari biasa, dan pukul 23.00 Wita saat weekend.

Dia mengatakan, tarif untuk menaiki wahana tersebut Rp20 ribu per orang per wahana. Dia berharap ke depan sistem pembayaran bisa dilakukan dengan sistem elektronik baik itu sistem QRIS, ditransfer dan berdasarkanTapCash. Untuk saat ini katanya, warga masih bisa melakukan pembayaran tunai.

Direktur Operasional Perumda Kota Kendari Agung Hari Bowo mengatakan durasi waktu bermain wahana berbeda-beda, yakni 5-10 menit sekali menaiki wahana. “Misalnya untuk Komidi Putar hanya membutuhkan waktu 5 menitan, sementara Bianglala lebih dari 5 menit, bisa sampai 10 menit,” ujarnya.

Baca Juga:   Lebih 20 Event Digelar Saat Hari Pers Nasional

Selain batasan waktu, ada pula batasan yang bakal diterapkan yakni batasan minimal usia dan batasan maksimal berat badan. “Kami masih digodok. Karena kami komunikasi dengan pembuat wahana dari Jawa, jadi kemarin kami sudah ajukan tata tertib, jika mereka sudah siap kami baru pakai tata tertib itu,” kata Agung.

Batasan minimal usia yakni 2 tahun dan batasan maksimal berat badan untuk wahana Bianglala, satu keranjang bobotnya 150 kilogram. “Bianglala itu bisa diisi 2 orang dewasa dan anak kecil katakanlah 20 kg berarti orang dewasanya harus 1 orang,” jelasnya. (en)

Foto: zonasultra.com dan kendariinfo.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img