JAKARTA – Pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran dagang dan jejaring bisnis internasional, tetapi juga panggung kompetisi prestisius di sektor kuliner dan perhotelan. Berbagai kompetisi kreatif diselenggarakan untuk menggali inovasi, kemampuan teknis, hingga tren terbaru dalam industri makanan dan minuman.
Salah satu yang paling disorot adalah kompetisi World Food & Drink Competition (WFDC), yang untuk pertama kalinya hadir di Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Shanghai Sinoexpo Informa Markets dan didukung oleh sejumlah sponsor internasional seperti LMK, Senfienta, Alpine Cool, Mengniu Dairy Professionals, dan Scotsman Ice Systems.
WFDC Indonesia menjadi panggung bagi bartender profesional, barista, mahasiswa kuliner, pencipta minuman independen, hingga brand minuman internasional. Para peserta berkompetisi memperebutkan tiket menuju final global di Shanghai pada 2026.
Kompetisi lain yang tak kalah menarik adalah Hometown Indonesia Latte Art Scholar (HILACS25) yang digelar oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI). Ketua Umum SCAI, Daryanto Witarsa, menyebut lebih dari 80 latte artist telah mengirimkan karya pada babak penyisihan daring. Dari jumlah tersebut, 40 peserta berhasil lolos untuk tampil secara langsung di panggung FHI 2025.

Barista dan bartender saling unjuk kreativitas dalam ajang kompetisi minuman FHI 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Foto: Event Nusantara)
“Kompetisi akan digelar dalam tiga tahap, yaitu Throwdown, Semifinal Stage Presentation dan Art Bar, serta babak Final Stage Presentation. Dari sini akan lahir juara baru yang menjadi ikon Latte Art nasional,” ungkap Daryanto, Selasa (22/7/2025).
FHI 2025 juga menghadirkan The 14th Salon Culinaire oleh Association of Culinary Professionals (ACP) yang menampilkan keahlian dapur para chef muda. Sementara Hotelicious Thematic Bed Making Competition oleh BINUS Business Hotel Management menilai keterampilan tata kamar yang kreatif dan presisi.
Untuk dunia wine dan sommelier, Jakarta Best Sommelier Competition oleh Indonesia Sommelier Association (ISA) menjadi ajang prestisius lainnya. Namun yang mencuri perhatian adalah Ready-to-Drink (RTD) Cocktails in a Can Competition yang digagas oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC).
Ketua IFBEC, I Ketut Darmayasa, menyebut kompetisi ini sebagai ajang inovasi dalam tren minuman siap saji premium yang praktis dan konsisten dalam rasa. “Kompetisi ini menyoroti tren global RTD sebagai solusi modern di industri hotel dan restoran. Kami menilai tidak hanya rasa dan estetika, tapi juga aspek sustainability,” jelas Ketut.
Kompetisi ini diikuti 20 tim terpilih dari hotel berbintang, restoran fine dining, hingga merek minuman ternama. Dua kategori utama yaitu Signature RTD Cocktails yang menonjolkan identitas lokal, serta Low & No Alcohol RTD Cocktails yang mengusung tren sehat dan ramah lingkungan.
Lebih dari lima juri independen, termasuk praktisi mixology internasional dan brand ambassador global, turut menilai aspek teknis, rasa, estetika, hingga keberlanjutan produk. Dengan rangkaian kompetisi kelas dunia ini, FHI 2025 tidak hanya mempertemukan pelaku industri, tetapi juga melahirkan talenta baru dan inovasi yang siap bersaing di panggung global. (cha)


