Jogja Hanyengkuyung Sumatra Raup Donasi hingga Rp870 Juta

Related Articles

SLEMAN – Aksi solidaritas bertajuk Jogja Hanyengkuyung Sumatra yang digelar pada 23 Desember 2025 di Selasar Timur Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil menghimpun donasi hingga Rp836.918.677  untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatra.

Wakil Ketua Panitia, Alit, mengungkapkan hingga Rabu (24/12/2025), donasi yang telah direkap sementara mencapai Rp870 juta dan masih berpotensi bertambah karena penggalangan dana masih dibuka hingga H+5 pascaacara.

“Terakhir yang sudah masuk itu sekitar Rp830 juta, dan hari ini bertambah lagi jadi kurang lebih Rp870 juta. Itu pun belum termasuk penjualan merchandise yang masih dalam proses rekap,” ujar Alit saat dihubungi Event Nusantara, Rabu (24/12/2025).

Angka donasi terpampang di layar LED saat penutupan konser amal Jogja Hanyengkuyung Sumatra, menandai besarnya solidaritas masyarakat Yogyakarta untuk korban bencana di Sumatra. (Foto: Istimewa)

 

Alit menjelaskan, kegiatan ini bermula dari obrolan komunitas seniman dan musisi Yogyakarta bersama sejumlah musisi Malioboro. Melihat kondisi di sejumlah wilayah Sumatra seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang masih sangat membutuhkan bantuan, mereka sepakat untuk kembali menggelar aksi solidaritas.

Baca Juga:   Setelah 50 Tahun, Dara Puspita Manggung Lagi di Synchronize Fest

“Awalnya kita cuma pengin bikin acara kecil, kolaborasi dengan teman-teman seperti Mas Kunto Aji dan komunitas seniman. Tapi setelah melihat kebutuhan di lapangan begitu besar, akhirnya kami sepakat untuk menggalang donasi yang lebih serius,” katanya.

Alih-alih menjual tiket, panitia memilih konsep penggalangan donasi, dengan menggandeng berbagai pihak sejak sebelum acara digelar. “Kita sadar, acara seperti ini tetap butuh biaya operasional. Jadi sebelum acara jalan, kita harus pastikan donasi sudah terkumpul cukup banyak,” jelas Alit.

Dalam waktu singkat, panitia berhasil menggaet sejumlah brand besar di Yogyakarta, termasuk perusahaan-perusahaan  yang menjadi salah satu penyumbang awal signifikan.

“Waktu itu langsung muncul donasi awal sekitar Rp200 juta. Dari situ kami berpikir, ini harus kita buat serius dan besar,” ujarnya.

Logo para pelaku event dan sponsor terpampang di layar panggung Jogja Hanyengkuyung Sumatra sebagai simbol gotong royong dan dukungan kolektif bagi korban bencana di Sumatra. (Foto: istimewa)

 

Dukungan juga datang dari banyak musisi dan seniman Jogja, seperti Jikustik, Letto, serta sejumlah tokoh musik lokal lainnya. Tak hanya itu, para vendor dan pelaku event Jogja turut menyumbang dengan menyediakan panggung, LED termasuk Karindo LED, kamera, hingga perlengkapan teknis lainnya secara gratis, bahkan disertai donasi tunai.

Baca Juga:   Jogja Hanyengkuyung Sumatra, Gerakan Solidaritas Warga Jogja untuk Korban Bencana

“Mereka nggak cuma nyumbang alat, tapi juga uang cash. Dari situlah total donasi bisa tembus ratusan juta dalam satu hari,” kata Alit.

Sejumlah komunitas juga terlibat aktif, mulai dari HDCI (Harley-Davidson Club Indonesia), komunitas Vespa, hingga Ladies Biker, menjadikan kegiatan ini sebagai gerakan kolektif masyarakat Yogyakarta.

Alit menegaskan, seluruh musisi dan seniman yang tampil dalam acara tersebut tidak menerima bayaran. “Semua tampil secara sukarela. Kita hanya memastikan kebutuhan mereka terpenuhi dengan layak, seperti konsumsi. Ini murni gerakan kemanusiaan,” ujarnya.

Animo masyarakat pun dinilai sangat tinggi, baik dari penonton maupun para pengisi acara, yang sepakat bahwa kegiatan ini bukan sekadar konser, melainkan aksi solidaritas bersama.

Terkait penyaluran bantuan, panitia bekerja sama dengan relawan lapangan yang telah memahami kondisi wilayah terdampak, bahkan telah beberapa kali turun langsung ke lokasi bencana.

“Seperti yang disampaikan Mas Sabrang (vokalis Letto), masalah utama bukan di dana, tapi di distribusi. Akses ke beberapa daerah itu sangat sulit. Bahkan masih ada lokasi yang belum pernah tersentuh bantuan,” ungkap Alit.

Baca Juga:   Festival Layang-Layang Dongkrak Kunjungan Wisata Pantai Selatan Bantul

Karena itu, panitia memutuskan hanya menerima donasi dalam bentuk uang tunai, bukan barang atau pakaian bekas, demi memudahkan penyaluran di lapangan.

Meski acara ini mendapat sambutan sangat positif, Alit menyebut kegiatan serupa ke depan kemungkinan akan tetap dilakukan, namun dengan konsep yang berbeda.

“Pasti akan ada lanjutan, tapi mungkin bukan konser. Bentuknya apa, masih kita pikirkan. Yang jelas, kebutuhan pemulihan di Sumatra masih panjang,” pungkasnya. (cha)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img