JAKARTA – Karindo LED kembali menunjukkan perannya sebagai penyedia solusi teknologi visual dalam penyelenggaraan event arsitektur berskala nasional. Pada Launching ARCH:ID 2026 yang digelar di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Rabu (17/12/2025), Karindo LED dipercaya untuk mendukung kebutuhan tampilan visual utama acara.
Dalam kegiatan tersebut, Karindo LED menghadirkan perangkat LED P2.6 Indoor berukuran 5 x 3 meter yang digunakan sebagai layar utama, serta stage LED dengan tinggi sekitar 1 meter untuk menunjang presentasi dan rangkaian acara. Perangkat ini dirancang untuk memberikan kualitas visual yang tajam dan stabil, sesuai dengan karakter acara peluncuran forum arsitektur terbesar di Indonesia tersebut.
Staf Karindo LED, Jensico menjelaskan pemilihan spesifikasi LED pada acara launching ini disesuaikan dengan kebutuhan ruang indoor serta konsep acara yang mengedepankan visualisasi yang rapi dan profesional.
“Untuk launching ARCH:ID 2026 ini, kami menggunakan LED P2.6 Indoor dengan ukuran 5 x 3 meter, ditambah stage LED setinggi satu meter. Konfigurasi ini dipilih agar tampilan visual tetap optimal dan nyaman dilihat dari berbagai sudut ruangan,” ujar Jensico.
Karindo LED menghadirkan LED P2.6 Indoor berukuran 5 x 3 meter sebagai layar utama dalam acara Launching ARCH:ID 2026 di Jakarta.
Lebih lanjut, Karindo LED berpeluang kembali terlibat dalam pameran utama ARCH:ID 2026 yang dijadwalkan pada April 2026. Peluang ini terbuka mengingat keterlibatan Karindo LED pada penyelenggaraan ARCH:ID 2025, dimana perusahaan ini turut membuka stan pameran dan menawarkan beragam produk unggulan kepada para pelaku industri arsitektur dan desain. Pada ARCH:ID 2025, Karindo LED menampilkan berbagai solusi layar digital inovatif yang dikurasi secara tematik.
Staf Karindo LED lainnya, Anjar, menjelaskan produk-produk yang ditampilkan mencakup LED Sphere, LED Floor, LED Degree, serta berbagai varian layar LED digital lainnya yang dirancang untuk mendukung kebutuhan desain interior dan eksterior bangunan.
Menurut Anjar, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa teknologi LED tidak lagi berfungsi semata sebagai media visual untuk kebutuhan acara atau pameran, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari strategi desain ruang yang modern, dinamis, dan imersif.
“Di era digitalisasi dan visualisasi seperti sekarang, teknologi LED sudah sangat fleksibel. Tidak hanya dipakai untuk event, tetapi juga bisa menyatu dengan elemen interior dan eksterior bangunan,” ujar Anjar kepada Event Nusantara.

Ia menambahkan, integrasi teknologi LED dalam desain arsitektur membuka peluang baru bagi arsitek dan desainer untuk menghadirkan pengalaman ruang yang lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat urban saat ini.
Keterlibatan Karindo LED dalam rangkaian ARCH:ID juga sejalan dengan semangat forum tersebut yang mempertemukan arsitek, desainer, pengembang, produsen, hingga penyedia teknologi untuk saling bertukar gagasan, memamerkan inovasi, serta mendorong praktik desain yang berkelanjutan.
Dengan potensi keterlibatan kembali pada ARCH:ID 2026, Karindo LED diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memperkaya pengalaman pameran serta memperluas pemanfaatan teknologi visual sebagai bagian integral dari perkembangan arsitektur dan lingkungan binaan di Indonesia. (cha)


