For Revenge Meriahkan Culinary Playland Samarinda

Related Articles

SAMARINDA – Seven Promosindo menyelenggarakan Culinary Playland Samarinda (CPS) 2025 di halaman GOR Segiri Samarinda pada 8-14 Desember 2025. Pada pelaksanaan hari keenam, Sabtu (13/12/2025), festival kuliner dan hiburan terbesar di Kalimantan Timur ini kian dipadati pengunjung yang ingin menikmati beragam kuliner, permainan, serta menjajal wahana Big Bounce.

Mengusung tema “Hajatannya Warga Samarinda,” CPS yang dibuka sejak 8 Desember ini menjadi destinasi hiburan akhir tahun, terutama bagi keluarga dan anak muda. Puncak keramaian terasa pada Sabtu (13/12/2025) malam, dengan digelarnya konser band For Revenge (fR).

Konser For Revenge menjadi magnet utama yang sukses mengumpulkan ribuan penonton. Band asal Bandung ini membuka penampilan mereka dengan lagu yang langsung menyentuh emosi, “Perayaan Patah Hati”. Suara gemuruh penonton menyambut melodi sendu yang menjadi ciri khas lagu-lagu galau melankolis For Revenge.

Vokal sang vokalis, Boniex, kemudian berlanjut dengan lagu kedua, “Wahai Jenaka”. Meski tak sepopuler lagu hits lainnya, “Wahai Jenaka” berhasil membangkitkan semangat dan menjadi pemantik energi bagi penonton yang sudah siap menanti deretan lagu berikutnya.

Baca Juga:   Festival Bandeng Bakar, Ratusan Kilogram Ludes dalam Hitungan Jam
Penampilan grup musik For Revenge bersama tiga badut untuk memeriahkan Culinary Playland Samarinda, Sabtu (13/12/2025). ⁠ (Foto: Dimas/Media Kaltim) (Foto: Media Kaltim/Dimas)

 

Klimaks emosi terjadi saat lagu ketiga, “Penyangkalan”, dikumandangkan. Ribuan penonton kompak bernyanyi keras, terutama pada bagian reffrain yang ikonik: “Dia masih di sini, dan menari nari perlahan menghancurkan kewarasan yang mati. Dia masih disini dan menari nari perlahan menghantui kenyataan yang sepi.”

⁠ Lirik ini sukses membuat sejumlah penonton terlihat tak kuasa menahan air mata, larut dalam ingatan masa lalu bersama mantan kekasih atau pasangan.

Di tengah pertunjukan, terjadi momen tak terduga ketika seorang pengunjung asal Samarinda dipersilakan naik ke atas panggung. Ia membacakan sebuah tulisan dari selembar kertas yang mengisahkan kepedihan batinnya:

“Kalimat ini tercipta dari hati yang bertahun-tahun kau siksa. Aku tidak sakit, tapi entah kenapa aku sangat sibuk mencari cara untuk sembuh. Aku bukan laki-laki yang memendam cerita, seperti kamu yang diam-diam sudah menikah dengannya.”

Baca Juga:   Peserta OICCA Saksikan Festival Budaya Dayak Kenyah

For Revenge melanjutkan setlist-nya dengan lagu-lagu andalan yang mengaduk perasaan. Mereka mengubah lirik lagu populer mereka menjadi lebih personal bagi audiens malam itu. Seperti lagu “Samarinda Hari Ini”. Lagu lain yang dibawakan yaitu “Ada Selamanya”, “Saat Ku Benci Dunia dan Seisinya”, “Sadrah”,“Menunggu Giliran”, “Nama-Nama Yang Pergi” hingga “Pulang”

Konser For Revenge ditutup dengan lagu penenang batin, “Serana”. Lagu ini menjadi penutup yang indah, seolah menawarkan penyembuhan setelah semua air mata yang tumpah. Konser ini sukses menjadikan malam Minggu di CPS 2025 bukan sekadar perayaan kuliner, tetapi juga malam terapi massal emosional bagi para penonton di Samarinda. (mk)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img