Dari India hingga Australia, Buyer Berebut Kontrak Miliar Dolar dalam TEI 2025

Related Articles

TANGERANG – Di tengah riuh rendah percakapan lintas bahasa di aula raksasa Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, ribuan tangan saling berjabat. Suara tawa, kamera, dan obrolan bisnis berpadu menjadi satu; Indonesia sedang menjadi pusat perhatian dunia.

Gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 menutup tirainya dengan catatan manis. Lebih dari 8.000 buyer dari 130 negara datang mencari peluang, menandatangani kesepakatan, dan pulang membawa kepercayaan baru terhadap produk Indonesia.

Dari India hingga Australia, dari Afrika hingga Timur Tengah, nama Indonesia kini bukan sekadar label asal barang, tapi simbol kualitas dan komitmen dagang yang semakin solid.

India menjadi salah satu negara paling antusias. Tahun ini, tercatat lebih dari 700 buyer asal India hadir di TEI  terbanyak dibanding negara lain. Salah satunya, Mohammed Rafi, Direktur Devobiz, yang mengaku terkesan dengan peningkatan signifikan penyelenggaraan tahun ini.

“Setiap tahun kami datang, dan selalu ada kemajuan. Jumlah stan bertambah, pertemuan dengan delegasi lebih profesional, dan pelayanan semakin baik,” ujar Rafi sambil menandatangani nota kerja sama baru untuk produk furnitur dan arang asal Jawa Tengah.

Baca Juga:   Suguhkan Konferensi Kelas Dunia, ARCH:ID Banjir Atensi dari Kalangan Arsitek Internasional
Suasana hangat pertemuan Mendag Budi Santoso dengan perwakilan buyer dari 130 negara. Diskusi berlangsung intens membahas peluang ekspor berkelanjutan dan kerja sama jangka panjang. (Foto: istimewa)

 

Rafi menyebut produk Indonesia unggul dalam kualitas dan kontinuitas. Menurutnya, India kini menjadikan Indonesia sebagai salah satu mitra utama untuk memasok bahan baku industri menengah. “Produk Indonesia bukan hanya bagus, tapi juga konsisten. Itu yang jarang kami temukan di tempat lain,” tambahnya.

Dari negeri jiran, Norman Rajen Abdullah, General Manager Import and Export Division Mydin, datang bersama timnya untuk memperkuat hubungan dagang. Baginya, TEI bukan sekadar pameran, tapi juga ruang kolaborasi antara dua bangsa dengan kesamaan nilai dan gaya hidup.

“Indonesia dan Malaysia punya kepercayaan yang sama terhadap produk halal. Kami datang karena yakin kualitas dan sertifikasi halal Indonesia sudah diakui dunia,” ujarnya.

Rajen bahkan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) senilai jutaan dolar untuk memperluas rantai pasok produk makanan dan tekstil Indonesia ke jaringan hypermarket Mydin di Malaysia.

Baca Juga:   ARCH:ID 2026 Siap Digelar, Roadshow Sambangi Lima Kota Besar

Sementara dari benua selatan, Steve Nicholson, Direktur ANZ Solaris Paper Australia, datang dengan niat besar. Ia menyebut kualitas pulp dan kertas Indonesia setara dengan standar Eropa, namun lebih kompetitif dari sisi harga.

“Kami percaya pada industri pulp Indonesia. Tahun ini, kami menandatangani kontrak baru senilai USD230 juta dan ini baru awal,” ungkapnya.

Bagi Nicholson, kerja sama ini bukan hanya transaksi, tapi juga bentuk kepercayaan jangka panjang terhadap manufaktur berkelanjutan Indonesia.

Bukan hanya pelaku ekspor besar, masyarakat lokal juga menunjukkan semangat luar biasa. Dery, pengusaha muda asal Kuningan, datang jauh-jauh ke Tangerang untuk mencari inspirasi bisnis. “Saya ingin melihat langsung produk-produk yang berhasil menembus pasar global. Banyak ide baru yang bisa diterapkan di daerah,” katanya.

Sementara Dinda dan Tegar, dua mahasiswa asal Tangerang, mengaku kagum dengan besarnya skala acara. “TEI memberi gambaran nyata tentang bagaimana bisnis lintas negara berjalan. Kami jadi lebih termotivasi untuk berwirausaha,” ujar Tegar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam pidato penutupan menegaskan capaian TEI 2025 dengan nilai transaksi lebih dari USD22,8 miliar bukan hanya angka, melainkan bukti kebangkitan kepercayaan dunia terhadap produk Indonesia.

Baca Juga:   Dukungan Multipihak Perkuat Penyelenggaraan TEI 2025

“TEI membuktikan bahwa produk Indonesia bukan hanya mampu bersaing, tapi menjadi primadona di pasar global,” tegas Budi.

Ia pun menutup pameran dengan optimisme tinggi. TEI ke-41 akan digelar kembali pada 14–18 Oktober 2026, dengan target menghadirkan lebih banyak inovasi, pelaku usaha daerah, dan kolaborasi global. (*/cha)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img