Inacraft 2025 Jadi Ajang Hilirisasi Budaya, UMKM Lokal Didorong Go Global

Related Articles

JAKARTA – Pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2025 telah berlangsung sukses di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Pameran yang digelar pada 1-5 Oktober 2025 ini menghadirkan lebih dari 900 pelaku usaha kriya dan fesyen dari seluruh Indonesia, serta menampilkan karya unggulan yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.

Dalam momen pembukaan, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menegaskan pentingnya hilirisasi budaya sebagai fondasi ekonomi kreatif berkelanjutan, sekaligus mendorong penyelenggaraan serupa di berbagai daerah. “Inacraft sangat erat kaitannya dengan kebudayaan karena budaya menjadi resource-nya. Dan karya-karya yang ada di sini menunjukkan tingkat kreativitas kita yang cukup tinggi,” ujar Fadli.

Antrean panjang di area ticketing, pengunjung bersemangat memasuki pameran Inacraft 2025. (Foto: Fajri/Event Nusantara)

 

Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi), Muchsin Ridjan menyampaikan apresiasi atas konsistensi Inacraft yang telah memasuki penyelenggaraan ke-26, berkembang dari hanya 100 peserta hingga mencapai hampir 1.000 peserta. “Dengan tema tahun ini, ‘Craft, Culture and Future’, kita membangun ekosistem kerajinan melalui kekuatan budaya, untuk maju bersama masyarakat dan pemerintah,” kata Muchsin.

Baca Juga:   Judika dan Ayu Ting Ting Meriahkan Penutupan Pesta Rakyat HUT Ke-80 RI

Tahun ini, terdapat 10 zoning hall area yang menampilkan ragam produk kerajinan berkualitas. Peserta Inacraft October 2025 Vol.4 mencapai 843 stan dengan variasi kategori kepesertaan. Peserta individu atau anggota Asephi berjumlah 601 stan, peserta Dinas sebanyak 146 stan, serta Kementerian dan BUMN sebanyak 17 stan.

Pedagang dari brand Prada Batik tampak merapikan koleksi kain batik elegan yang menarik perhatian pembeli lokal maupun mancanegara. (Foto: Fajri/Event Nusantara)

 

Sementara paviliun luar negeri menempati area seluas 90 meter persegi. Paviliun internasional ini diisi oleh partisipan dari Uzbekistan, Iran, India, Malaysia, Thailand, dan Filipina, yang menampilkan produk kerajinan khas negara masing-masing dan memperkuat jejaring global para pelaku usaha.

Asephi juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian UMKM yang diwakili Deputi Bidang Usaha Menengah, serta menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi tersebut meliputi ISI Surakarta, Universitas Indonesia Program Vokasi, Politeknik STTT Bandung, SWINS, dan Universitas Pekalongan, yang diharapkan memperkuat kolaborasi riset dan pengembangan kriya.

Baca Juga:   Lebaran Betawi Perkuat Persatuan dan Teguhkan Identitas Jakarta

“Langkah ini sejalan dengan keyakinan Asephi bahwa kolaborasi ini diyakini akan membawa dampak positif bagi pengembangan UMKM Indonesia,” ujar Muchsin.

Kids Craft bertema “Jagalah Bumi” mengajak anak-anak menuangkan kreativitas melalui lomba seni yang sarat pesan cinta lingkungan. (Foto: Fajri/Event Nusantara)

 

Selama lima hari, pengunjung disuguhi aneka kerajinan mulai dari tekstil tradisional, ukiran kayu, anyaman, perhiasan, hingga produk inovatif generasi muda yang menampilkan pengalaman langsung pembuatan kriya.

Kementerian Perdagangan juga menegaskan komitmen memperkuat ekspor produk kerajinan, termasuk melalui upaya penurunan tarif ke pasar internasional, dengan target menembus USD1 miliar. “Produk kerajinan Indonesia memiliki potensi luar biasa. Membeli produk lokal bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga membangun inovasi bagi masa depan kriya kita,” ucap Menteri Perdagangan, Budi Santoso.

Stan khas Aceh dengan miniatur rumah adatnya turut menghiasi Inacraft 2025, memperkenalkan kekayaan budaya dan warisan tradisi Tanah Rencong. (Foto: Fajri/Event Nusantara)

 

Dengan suksesnya penyelenggaraan Inacraft 2025, Indonesia kembali menegaskan peranannya sebagai pusat kreativitas kriya Asia Tenggara, serta menjadikan budaya sebagai kekuatan utama ekonomi kreatif berdaya saing global. (fs)

Baca Juga:   Ditutup Meriah, Pestapora 2025 Tetap Jadi Pesta Musik Tak Terlupakan
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img