Padang Fashion Summit Jadi Ruang Anak Muda Tunjukkan Bakat

Related Articles

PADANG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatra Barat, Harneli Mahyeldi mengajak generasi muda untuk terus melahirkan karya kreatif dan inovatif dalam berbagai bidang, termasuk fesyen. Ajakan itu disampaikannya saat membuka Padang Fashion Summit (PFS) 2025 di Bagindo Aziz Chan Youth Center Padang, Minggu (3/8/2025).

“Padang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pendidikan memiliki potensi UMKM yang sangat besar. Ini peluang besar bagi generasi muda untuk menghadirkan ide-ide luar biasa yang tetap mengangkat budaya lokal,” ujar Harneli.

Ia menegaskan pentingnya regenerasi pelaku seni dan budaya yang mampu menjaga serta mengembangkan warisan budaya Minangkabau. Menurutnya, Padang Fashion Summit menjadi ruang strategis bagi anak muda untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan keterampilan dalam bidang desain fesyen.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Padang Young Design Competition 2025, yang menjadi wadah apresiasi seni dan desain busana bagi para desainer muda. Tak hanya sebagai ajang kompetisi, juga menjadi bentuk penghargaan terhadap warisan budaya.

“Hal ini juga sejalan dengan tema peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-356 tahun ini, yakni ‘Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City’. Tema tersebut tidak hanya mencerminkan kekayaan kuliner, tetapi juga menggambarkan keseluruhan pengalaman budaya mulai dari makanan, seni, hingga busana yang mengakar kuat di tengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga:   Warga Lombok Berburu Cacing Jelmaan Putri Mandalika

Ketua Harian Dekranasda Kota Padang, Ferry Erviyan Rinaldy, menyebut kegiatan ini diinisiasi untuk menggali potensi desainer muda dan mendorong lahirnya produk fesyen yang berdaya saing tinggi dengan kekayaan desain khas daerah.

“Ini bagian dari upaya kita mempromosikan keberagaman dan kekayaan khas Kota Padang melalui karya fesyen yang kreatif dan bernilai budaya,” ujarnya.

Tercatat sebanyak 140 peserta mendaftar mengikuti ajang ini. Setelah melalui proses seleksi, terpilih 20 finalis yang mendapatkan pembekalan langsung dari para desainer profesional sebelum tampil di panggung Padang Fashion Summit 2025.

Dalam acara itu hadir Ketua Dekranasda Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran; Ketua GOW Padang, Sri Hayati Maigus Nasir; Ketua DWP Padang, Vanny Andree Algamar; Plh Sekdako Corri Saidan; Asisten II Didi Aryadi; Kepala Disnakerin, Ferry Erviyan Rinaldy; dan jajaran pejabat Pemko Padang maupun OPD Provinsi Sumatra Barat lainnya.

Karya rancangan Tasya Zita yang dipamerkan model Salsa menjadi juara pertama Padang Fashion Summit 2025. (Foto: Pemkot Padang)

 

Baca Juga:   Mojo Batik Festival Tampilkan Karya Puluhan Perajin Lokal

RANCANGAN JUARA

Karya rancangan Tasya Zita berhasil mencuri perhatian dewan juri dan meraih juara pertama ajang Padang Fashion Summit 2025. Dalam gelaran bergengsi yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Padang ke-356 itu.

Busana hasil rancangan Tasya Zita dipamerkan Salsa, salah seorang model yang ikut berpartisipasi dalam ajang Padang Fashion Summit 2025. Salsa mengaku bangga sekaligus grogi saat membawakan karya tersebut di hadapan juri dan penonton.

“Ini pertama kalinya saya tampil dengan konsep fashion show seperti ini. Rasanya sangat deg-degan, tapi juga menyenangkan,” ungkapnya saat diwawancara di Youth Centre, Minggu (3/8/2025).

Menurutnya, desain yang dikenakannya memiliki keunikan tersendiri, terutama pada detail sulaman di bagian cardigan yang mencerminkan kekhasan budaya Kota Padang.

“Saya sempat mengenakan rok yang dipadukan dengan cardigan bersulam motif khas Kota Padang, terdapat sulaman ikan sisik. Mungkin dari situ juga salah satu nilai tambah yang membuat karya Tasya jadi unggul,” jelas Salsa.

Kekayaan budaya lokal memang menjadi salah satu tema yang diangkat dalam ajang ini. Para desainer ditantang untuk mengeksplorasi elemen-elemen tradisi Minangkabau dalam rancangan mereka, lalu mengemasnya dalam gaya yang bisa diterima pasar fesyen modern.

Baca Juga:   Festival Kora Kora Dongkrak Ekonomi Daerah

Tasya Zita menjadi salah satu peserta yang mampu menjawab tantangan itu dengan baik. Karyanya tak hanya menunjukkan keterampilan teknis, tapi juga narasi kuat yang mengangkat identitas budaya.

Paduan warna, potongan, dan detail busana dinilai harmonis serta memiliki nilai artistik tinggi. Salsa menyebut, membawakan busana juara menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

“Saya akui karya Tasya sangat keren. Suatu kebanggaan bagi saya bisa memperagakan hasil karya yang mendapatkan apresiasi ini,”ujarnya.

Ia juga berharap ajang seperti Padang Fashion Summit terus berlanjut dan berkembang menjadi ruang lahirnya desainer muda berbakat dari Kota Padang.

“Semoga lewat kegiatan ini, akan muncul lebih banyak lagi desainer yang berani tampil membawa identitas budaya kita hingga ke kancah nasional dan internasional,” harap Salsa.

Padang Fashion Summit sendiri diinisiasi oleh Dekranasda Kota Padang sebagai bentuk upaya menggali potensi desainer lokal dan memperkuat industri kreatif berbasis budaya. (en)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img