JAKARTA – Pameran teknologi industri pertanian terbesar se-Asia Tenggara, Inagritech 2025 menghadirkan lebih dari 700 perusahaan dari 25 negara. Pameran yang mengusung tema “Mendorong Inovasi dalam Industri Pertanian dan Kimia Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan” ini berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 29-31 Juli 2025.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono yang hadir membuka pameran pada hari pertama menyampaikan pentingnya transformasi sektor pertanian secara menyeluruh. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor, adopsi teknologi, dan kepedulian terhadap kebutuhan petani menjadi langkah utama mewujudkan swasembada pangan nasional, terutama beras.
“Momentum yang kita hadapi sangat penting. Dengan kebijakan yang tepat dan kerja sama antara seluruh stakeholder, kami yakin Indonesia bisa swasembada beras pada 2025, tanpa lagi mengimpor beras, gula konsumsi, atau garam konsumsi,” ujar Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar.
Traktor roda empat Maxxi 1104 MX tipe 4WD dipamerkan dalam Inagritech 2025 di JIExpo Kemayoran, mampu mengolah lahan dengan berbagai implemen serta menarik trailer, didukung kecepatan PTO 540/850/1000 rpm. (Foto: Event Nusantara)
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah mendengarkan aspirasi langsung dari para petani dan mengidentifikasi empat persoalan utama yang dihadapi, yakni kualitas benih, akses irigasi, ketersediaan pupuk, dan kepastian harga panen.
“Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, kami terus meningkatkan kebijakan untuk memenuhi kebutuhan petani. Misalnya, alokasi pupuk bersubsidi ditambah, benih berkualitas dibagikan, dan pelaku pemalsuan benih serta pupuk ditindak tegas. Selain itu, harga pembelian pemerintah (HPP) gabah pun telah ditetapkan minimal Rp6.500 per kilogram,” kata Mas Dar.
Seorang pengunjung Inagritech 2025 mendapat penjelasan sistem penanaman hidroponik dari tim Lembur Hejo Indonesia. (Foto: Event Nusantara)
Ia menambahkan bahwa dengan penyerapan gabah oleh Perum Bulog, cadangan beras pemerintah kini telah mencapai 4,2 juta ton. “Dengan stok beras yang kuat, kami yakin swasembada beras pada 2025 akan tercapai dan Indonesia tidak akan lagi mengimpor beras. Yang lebih penting, petani kita merasa didukung, karena negara hadir untuk mereka,” ujarnya.
Sudaryono juga menekankan pentingnya modernisasi pertanian berbasis teknologi, mengingat potensi Indonesia sebagai negara tropis dan agraris. Ia mendorong sinergi konkret antara pemerintah, industri, akademisi, dan petani dalam mendorong produktivitas dan efisiensi melalui penggunaan teknologi pertanian, benih unggul, pupuk, serta sistem digital.
DJI Agriculture turut meramaikan Inagritech 2025 dengan memamerkan beragam peralatan pertanian canggih, termasuk drone DJI Agras berbagai tipe yang mendukung modernisasi sektor pertanian. (Foto: Event Nusantara)
Sementara, Direktur PT Global Expo Management (GEM) Indonesia, Baki Lee, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan tingginya antusiasme peserta. “Indonesia saat ini merupakan salah satu produsen kimia terbesar di Asia Tenggara. Kami yakin ke depan, Indonesia akan memainkan peran strategis di industri petrokimia regional, bahkan global,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pameran diikuti lebih dari 700 perusahaan, termasuk lima paviliun nasional dari Turki, Thailand, Taiwan, Korea, dan Tiongkok. “Melalui Inagritech dan Chemical Indonesia 2025, kami menyediakan platform penting untuk mendorong transformasi industri menuju ekosistem pertanian dan kimia yang tangguh dan berkelanjutan,” katanya.
Inagritech 2025 menghadirkan berbagai sub-event besar seperti Inagrichem, Inapalm Asia, SugarMach Indonesia, Watertech Indonesia, dan Pump & Valves Indonesia. Sementara itu, rangkaian Chemical Indonesia mencakup INALAB, RubberMach Indonesia, dan Food Manufacturing Indonesia.
Dalam pameran ini pengunjung dapat menyaksikan langsung berbagai inovasi terkini dari sektor pertanian dan kimia, mulai dari mesin dan alat pertanian, traktor, teknologi smart farming, sistem rumah kaca, hortikultura, agrokimia, hingga peralatan laboratorium dan pengolahan makanan.
Sejumlah pelaku industri terkemuka turut hadir, seperti PT Corin Mulia Gemilang (MAXXI), LOVOL, PT Daya Santosa Rekayasa (DSR), Copco, Kotrack, DIL, Schutz, dan lainnya. (fs)


