JAKARTA – Industri event Indonesia terus menggeliat pasca-pandemi. Tak ingin tertinggal dalam kompetisi global, Dewan Industri Event Indonesia (Ivendo) menargetkan lompatan besar, yaitu sertifikasi gratis bagi 500 pelaku industri event dalam periode kepengurusan 2025-2029.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Ivendo terpilih, Irvan Mahidin Sukamto, usai pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ivendo di Glass House, The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Dengan mengusung semangat “Satu Tekad untuk Hebat,” Irvan menyatakan bahwa Ivendo siap membawa industri event Indonesia naik kelas dan mulai dilirik dunia internasional. “Target kami jelas. Pelaku event Indonesia harus punya daya saing global. Sertifikasi ini langkah awalnya,” ujar Irvan.
Ketua Umum DPP Ivendo 2025-2029 , Irvan Mahidin Sukamto saat membacakan sumpah pengurus DPP. (Foto: Istimewa)
Program sertifikasi yang digulirkan Ivendo mencakup berbagai klaster, seperti event planner, logistik, marketing communication, dan event manager. Dari 500 kuota yang ada, Irvan menyebut sudah ada sekitar 25 persen pelaku yang tersertifikasi melalui batch pertama.
“Kami ingin setidaknya 50 persen tercapai dalam waktu dekat. Kalau ada peluang tambahan kuota, kami siap menggenjot lagi,” tambahnya.
Ketua Umum DPP Ivendo turut melakukan penandatanganan MoU dengan beberapa mitra strategis. (Foto: Istimewa)
Langkah ini dinilai penting untuk mendorong profesionalisme di sektor event yang selama ini kerap diisi secara informal tanpa pengakuan kompetensi resmi.
Tak hanya soal kualitas SDM, Ivendo juga mendorong penciptaan Intellectual Property (IP) event daerah, sebagai solusi terhadap keterbatasan anggaran dari APBD dan APBN. “Kami minta tiap DPD di 21 provinsi merancang satu IP event lokal yang kuat. Ini bukan hanya budaya, tapi juga peluang ekonomi,” kata Irvan.
Ketua Umum DPP Ivendo foto bersama Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Muhammad Nur Hayid, dan Deputi Event Kemenparekraf Vinsensius Jemadu. (Foto: Istimewa)
Kerja sama dengan pemerintah daerah pun akan diintensifkan agar event-event lokal tak hanya mengandalkan dana negara, tetapi juga bisa mandiri secara kreatif dan finansial.
Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital Ahmad Ridha Sabana (pakai batik kanan), duduk bersama Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Muhammad Nur Hayid dan perwakilan DPP Ivendo. (Foto: Istimewa)
Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden untuk UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital, Ahmad Ridha Sabana dan jajaran pejabat Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Pemerintah menyatakan dukungannya atas peran Ivendo sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem industri kreatif.
“Kami akan menyerap masukan dari pelaku industri dan menyampaikannya langsung kepada Presiden,” ujar Ahmad Ridha.
Sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem yang solid, Ivendo juga menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah mitra strategis, termasuk Indonesia Event Academy, LSP Event Professional Indonesia, dan Discovering The Magnificence of Indonesia. (cha)


