JAKARTA – Dakwah marathon ulama internasional Dr Zakir Naik di Indonesia resmi berakhir di Jakarta, Minggu (20/7/2025). Perjalanan dakwah yang berlangsung sejak awal Juli ini menyambangi empat kota besar, yaitu Solo, Malang, Bandung, dan Jakarta. Di balik suksesnya gelaran ini, Yayasan Magnet Rezeki menjadi salah satu pihak yang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara tersebut.
Dr Zakir Naik yang dikenal luas sebagai cendekiawan Muslim dan penceramah perbandingan agama asal India, menggelar rangkaian ceramah publik di Indonesia tanpa menerima bayaran sepeser pun.
“Beliau tidak mau dibayar, tiket pesawat pun beliau tanggung sendiri. Bahkan membawa tim sebanyak 40 kru, termasuk peralatan kamera beresolusi 8K yang mungkin masih jarang di Indonesia,” ujar Arief, perwakilan dari Yayasan Magnet Rezeki, saat diwawancarai pada penutupan dakwah Dr Zakir Naik di Jakarta, Minggu (20/7/2025)
Menurut Arief, keterlibatan Magnet Rezeki dalam dakwah Dr Zakir Naik bermula dari niat sederhana untuk menyalurkan zakat kepada Garda Mualaf Center, yang ternyata tengah mempersiapkan acara ini.
“Kami terenyuh karena Koh Dondi (founder Garda Mualaf), seorang mualaf yang justru menjadi penggerak utama. Dari situ kami terdorong untuk mendukung penuh acara ini di empat kota,” ungkap Arief.
Dr Zakir Naik menyampaikan tausiah dalam rangkaian dakwah terakhirnya di Indonesia, yang digelar di eks Hanggar Teras Pancoran, Jakarta, Minggu (20/7/2025). (Foto: Event Nusantara)
Kegiatan dakwah dimulai dari Surakarta (Solo) pada 8 Juli 2025 yang berlangsung di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta, kemudian berlanjut ke Malang pada 10 Juli di Stadion Gajayana. Di Bandung, acara digelar selama dua hari pada 12-13 Juli 2025 di Lapangan Tritan.
Rangkaian ditutup di Jakarta pada 18-20 Juli 2025 di eks Hanggar Teras Pancoran. Setiap kota didukung oleh EO dan vendor lokal, termasuk salah satunya vendor LED dari Karindo.
Menurut Arief, kehadiran Dr. Zakir Naik memantik animo yang luar biasa dari masyarakat, dibuktikan dengan banyaknya jama’ah yang hadir di setiap kota yang dikunjungi.
“Di Solo itu sampai 6.000 atau 7.000 orang, Malang juga hampir 5.000 orang. Jakarta animonya luar biasa. Ini menunjukkan besarnya semangat umat Islam untuk menuntut ilmu dan mendalami agama,” jelas Arief.
Ribuan jamaah tampak khusyuk mengikuti ceramah Dr. Zakir Naik di hari terakhir rihlah dakwahnya di Indonesia. (Foto: Event Nusantara)
Salah satu pengunjung yang hadir di Jakarta, Rais (38), mengaku datang jauh-jauh dari Sepatan, Tangerang, bersama keluarga besarnya demi mengikuti ceramah Dr Zakir Naik secara langsung. “Saya sekeluarga naik mobil dari Sepatan, Tangerang, ke Jakarta. Jauh-jauh ke sini karena ingin ‘menembak’ ilmu langsung dari Dr Zakir Naik,” ujarnya.
Rais mengatakan, kehadiran Dr Zakir Naik di Indonesia adalah momen langka yang tak ingin ia lewatkan. “Belum tentu beliau bisa datang lagi ke sini. Ini kesempatan yang sangat berharga, makanya saya rela datang dari jauh untuk ikut ceramah beliau,” tambahnya.
Magnet Rezeki sendiri merupakan yayasan yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, dan ekonomi. Keterlibatan mereka juga didorong oleh kepedulian Ketua Yayasan, Nasrullah, untuk menghadirkan ulama internasional bagi kemajuan umat Islam Indonesia. “Makanya kami akhirnya menggandeng beberapa vendor dan EO di Solo, Malang, Bandung, dan Jakarta,” kata Arif.
Seorang peserta mengajukan pertanyaan langsung kepada Dr. Zakir Naik dalam sesi tanya jawab, yang menjadi bagian paling dinanti dalam setiap ceramahnya. (Foto: Event Nusantara)
Namun, Arif menyebut bahwa kehadiran Dr Zakir Naik kali ini kemungkinan menjadi yang terakhir di Indonesia. “Beliau sudah membawa putranya, Syekh Fariq, sebagai bentuk regenerasi. Insya Allah, ke depan dakwah keliling dunia akan dilanjutkan oleh Syekh Fariq,” tutupnya.
Dr Zakir Naik dikenal karena dakwahnya yang tajam, mendalam, dan berbasis literatur agama lintas keyakinan. Kehadirannya di Indonesia menjadi momentum penting bagi umat Islam, terutama generasi muda, untuk semakin mencintai ilmu pengetahuan dan memperkuat keimanan. (fs)


