NUSANTARA – Puluhan pelajar SMP dan SMA dari lima sekolah di Kecamatan Sepaku antusias mengikuti pelatihan robotik yang digelar di Rumah Teknologi Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Otorita IKN menyiapkan talenta digital sejak usia sekolah.
Pelatihan kali ini merupakan pertemuan ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan di Muara Jawa dan Samboja. Para peserta diperkenalkan pada perakitan dan pemrograman robot sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi.
Salah seorang peserta, Muhammad Raihan, siswa SMP Muhammadiyah Sepaku, mengaku menikmati pengalaman merakit robot meski harus menghadapi sejumlah tantangan. “Menarik, meskipun agak sulit, tapi asyik,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapat pendampingan langsung dari dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) yang memonitor setiap tahapan perakitan robot.
“Diperhatikan ya bagian-bagiannya, jangan sampai ada baut yang tercecer,” ujar salah seorang pendamping, Rafi Akbar, kepada para peserta.
Pelajar dari lima sekolah di Kecamatan Sepaku mengikuti pelatihan robotik di Rumah Teknologi IKN sebagai bagian dari pengembangan talenta digital. (Foto: Atmaja Riski/MK)
Program pendampingan dan monitoring Pilot Project Ekstrakurikuler Robotika di wilayah delineasi IKN tersebut dijalankan melalui kolaborasi Otorita IKN dengan Polnes. Kegiatan berada di bawah Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital (THD) Otorita IKN sebagai bagian dari pengembangan talenta digital.
Ke depan, program ini diharapkan menjadi cikal bakal terbentuknya kegiatan ekstrakurikuler robotika di sekolah-sekolah sekitar kawasan IKN.
Sebagai bentuk dukungan, setiap sekolah memperoleh perangkat robotika berupa toolkit, trainer kit, serta dua unit robot, yakni wall follower dan transporter, yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana praktik pembelajaran.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN, Tonny Agus Setiono, menjelaskan program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru, baik dari sisi pemahaman maupun praktik robotika.
“Melalui program ini, kami ingin meningkatkan kapasitas guru dalam memahami robotika, sekaligus meningkatkan keterampilan perakitan dan pemrograman robot. Harapannya, sekolah dapat membentuk ekstrakurikuler robotika dan menyiapkan siswa mengikuti kompetisi secara berkelanjutan,” jelasnya.
Program ini diawali dengan pelatihan daring bagi guru pendamping pada 9-11 Maret 2026, kemudian dilanjutkan pelatihan luring pada 21-22 April 2026. Setelah itu, peserta mengikuti pendampingan intensif selama empat bulan melalui kerja sama Otorita IKN dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Negeri Samarinda. (Atmaja Riski/en)


