PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menyediakan 6.816 lowongan pekerjaan melalui Purbalingga Job Fair 2026 sebagai upaya mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan kompetensi tenaga kerja lokal sekaligus menekan angka pengangguran terbuka.
“Pada Job Fair tahun 2025 lalu, sebanyak 1.041 pencari kerja berhasil terserap. Harapan kami, tahun ini jumlahnya bisa lebih banyak lagi,” kata Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif usai membuka Job Fair 2026 yang diikuti 42 perusahaan di GOR Indoor Sasana Krida Perwira, Purbalingga, Rabu (24/6/2026).
Ia mengatakan ribuan lowongan yang tersedia mencakup 194 formasi jabatan pada sektor manufaktur, restoran, perdagangan, perbankan, jasa keuangan, pemasaran digital, industri garmen, pendidikan, kesehatan dan berbagai bidang lainnya.
Selain itu, terdapat 346 lowongan kerja bagi penyandang disabilitas yang disediakan oleh tiga perusahaan dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan juga beragam, mulai dari lulusan SD, SMP, SMA/SMK hingga sarjana dan pascasarjana.
“Penyelenggaraan job fair tidak hanya bertujuan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja yang tersedia,” katanya.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif meninjau salah satu stan dalam kegiatan Purbalingga Job Fair 2026 yang diikuti 42 perusahaan di GOR Indoor Sasana Krida Perwira, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026). (Foto: ANTARA/HO-Pemkab Purbalingga)
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya, kata dia, masih terdapat kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dan kebutuhan perusahaan sehingga tingkat penyerapan tenaga kerja belum optimal.
Oleh karena itu, kata dia, Pemkab Purbalingga memperkuat program peningkatan kompetensi melalui berbagai pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha.
“Nanti pemerintah akan mendukung dengan memberikan pelatihan sesuai keterampilan yang dibutuhkan perusahaan. Komponen-komponen kompetensi yang dibutuhkan industri akan kami petakan dan siapkan agar pencari kerja lebih siap bersaing,” kata Bupati.
Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinnaker) Kabupaten Purbalingga Mukodam mengatakan Job Fair 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja.
Menurut dia, berbagai workshop diselenggarakan dengan dukungan Universitas Terbuka Purwokerto, Otoritas Jasa Keuangan Purwokerto, Forum BUMD Purbalingga, serta BPJS Ketenagakerjaan Purbalingga.
Selain itu, pihaknya juga menyediakan berbagai pelatihan keterampilan seperti tata rias, menjahit, otomotif, servis refrigerator, hingga pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Purbalingga yang bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja untuk menyiapkan tenaga kerja bagi industri garmen di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
“Melalui penyediaan lowongan kerja dan peningkatan kompetensi tenaga kerja, Pemkab Purbalingga berharap Job Fair 2026 dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sekaligus memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang,” katanya. (ant)


