SAMARINDA – Aksi nekat dilakukan pekerja bangunan di kawasan Simpang Batu Besaung, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kamis (28/5/2026) malam. Pria tersebut diduga sengaja membakar bangunan tempatnya bekerja usai terlibat cekcok dengan rekan sesama tukang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 Wita itu sempat membuat geger warga sekitar. Api yang membakar bangunan diduga dipicu rasa tersinggung pelaku terhadap rekannya setelah pembagian daging kurban.
Aiptu Joko Wahyudi dari Pampata III menjelaskan insiden bermula saat pelaku menanyakan soal pemberian amplop kepada korban usai keduanya menerima bagian daging kurban.
“Pelaku menanyakan, ‘ada dapat amplop kah?’, namun korban menjawab tidak ada. Diduga karena jawaban tersebut, pelaku merasa tersinggung,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Diduga emosi, pelaku kemudian menganiaya korban menggunakan pipa dan sapu. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala sebelah kiri.
Tak berhenti di situ, pelaku disebut meletakkan tabung gas di atas kompor dalam kondisi menyala hingga memicu kebakaran pada bangunan tersebut.
“Motif pembakaran ini dilakukan pelaku untuk mencari perhatian warga sekitar agar berdatangan ke lokasi,” jelas Joko.
Pelaku diamankan warga di area semak-semak usai diduga membakar bangunan tempatnya bekerja di Samarinda. (Foto: Dimas/MK)
Salah satu saksi mata, Ahmad Efendi, mengaku sempat melihat pelaku datang sambil membawa parang dan marah-marah sebelum api membesar.
“Dia datang langsung masuk dan marah-marah. Saya tidak terlalu paham masalahnya apa, tiba-tiba api sudah besar di atas,” tuturnya.
Pemilik bangunan yang akrab disapa Pak Haji mengatakan kedua pekerja tersebut sudah bekerja sekitar enam bulan dan sebelumnya tidak pernah terlibat masalah.
“Tadi siang mereka masih kerja bareng, sepertinya tersinggung karena masalah sepele tadi,” ungkapnya.
Usai melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri ke area semak-semak di belakang bangunan. Warga yang geram kemudian mengejar dan sempat menghakimi pelaku sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian.
Dalam proses pengamanan, petugas bahkan terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara karena situasi massa mulai tidak terkendali.
Saat ini pelaku telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara korban dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. (dimas/en)


