JAKARTA – Sebanyak 2.000 pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK dari lima wilayah kota di Jakarta mengikuti kegiatan “Jakarta Road Safety Festival 2026” yang digelar Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Ecovention Hall, Ecopark Ancol, Jakarta Utara, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor antara Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan sejumlah BUMD di antaranya PT Jakpro, PT Transjakarta, PT LRT Jakarta, PT MRT Jakarta, PT Bank Jakarta, serta instansi terkait lainnya.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, mengatakan kegiatan itu menjadi sarana edukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan pelajar.
Selain itu, kualitas transportasi dan keamanan Jakarta saat ini mendapat pengakuan global. “Jakarta menempati peringkat ke-71 Kota Global, naik dari posisi sebelumnya di peringkat ke-74. Infrastruktur transportasi Jakarta juga berada di peringkat ke-17 dunia dan dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara setelah Singapura,” kata Suharini.
Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat, termasuk generasi muda sebagai penerus pembangunan kota.
Ribuan pelajar dari tingkat SMP, SMA, dan SMK dari lima wilayah kota di Jakarta mengikuti kegiatan “Jakarta Road Safety Festival 2026” yang digelar Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Ecovention Hall, Ecopark Ancol, Jakarta Utara, Selasa (12/5/2026). (Foto: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta)
Dalam kesempatan itu, dia juga menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Jakarta. Berdasarkan data Jasa Raharja, rata-rata lebih dari 14 orang per hari menerima santunan akibat kecelakaan lalu lintas.
Oleh karena itu, Suharini menilai kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM) harus diimbangi dengan kematangan mental dan kemampuan mengendalikan emosi saat berkendara. “Berkendara bukan soal siapa yang lebih cepat, tetapi soal keselamatan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mendorong peningkatan penggunaan transportasi umum. Saat ini, tingkat penggunaan transportasi publik di Jakarta baru mencapai sekitar 22 hingga 23 persen.
Pemprov DKI menargetkan angka tersebut meningkat hingga di atas 40 persen melalui peran pelajar sebagai duta transportasi umum. “Setiap hari Rabu, seluruh ASN di DKI Jakarta diwajibkan menggunakan transportasi umum. Kami berharap para pelajar yang telah mendapatkan fasilitas transportasi gratis juga ikut membudayakan penggunaan transportasi publik,” kata Suharini.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan mengatakan kegiatan itu bertujuan menanamkan budaya tertib berlalu lintas dan edukasi keselamatan jalan kepada generasi muda sejak dini.
“Kami memfokuskan edukasi kepada pelajar agar mereka memiliki pemahaman yang kuat sejak di bangku sekolah,” katanya.
Menurut dia, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga edukasi teknis keselamatan jalan dan etika berlalu lintas.
Selain itu, para pelajar diperkenalkan dengan sarana dan prasarana transportasi modern Jakarta melalui gerai pameran yang dihadirkan oleh MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, Dirlantas, Jasa Raharja, dan sejumlah instansi terkait.
“Semoga melalui kegiatan ini dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik yang aman dan terintegrasi,” kata Ujang.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dalops LLAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta Yayat Sudrajat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelajar, narasumber, dan seluruh pihak yang membantu suksesnya kegiatan ini.
“Jakarta Road Safety Festival 2026 ini sangat penting untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda tentang pentingnya menaati aturan dan keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.
Sementara itu, peserta dari SMA Negeri 78 Jakarta, Raeyan (16), mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena menambah pemahamannya mengenai keselamatan berlalu lintas.
“Kalau seminar lain sudah pernah, tetapi tentang lalu lintas baru pertama kali. Kegiatannya seru, banyak ilmu baru, dan bisa menambah teman dari sekolah lain,” katanya. (ant)


